Hidrasi Sepakbola: Kunci Kinerja di Suhu Tinggi Esensial
Gambar atau konten salah?
Air bukan sekadar minuman. Di lapangan, ia menjadi bahan bakar yang memengaruhi setiap gerakan pemain. Tanpa cukup hidrasi, tubuh sepakbola profesional dapat kehilangan keseimbangan cairan dan elektrolit, yang berdampak langsung pada performa.
Menurut National Health Service UK, dehidrasi pada orang dewasa menimbulkan gejala seperti:
- Muncul rasa haus
- Sakit kepala dan pusing
- Air kencing berwarna kuning tua dan berbau menyengat
- Buang air kecil lebih jarang dari biasanya
- Merasa pusing atau kepala terasa ringan
- Merasa lelah
- Mulut, bibir, dan lidah kering
- Mata cekung
ESPN menambahkan bahwa kombinasi dehidrasi dan cuaca panas memperparah masalah kesehatan. Seorang pemain Chelsea, Enzo Fernandez, pernah merasakan pusing hebat saat bermain di suhu tinggi dengan hidrasi buruk di Piala Dunia Antarklub 2025.
Situasi serupa terjadi ketika pemain sepakbola berpuasa di bulan Ramadan. Eks pemain Liverpool, Mohamed Salah, pernah mengakui risiko tinggi bermain tanpa cukup minum. Pada Final Liga Champions 2018, Salah, bersama rekan setimnya Sadio Mane, Emre Can, serta Karim Benzema dan Achraf Hakimi dari Real Madrid, harus memutuskan apakah akan menahan diri dari makan dan minum pada hari pertandingan.
Fisioterapis Liverpool, Ruben Pons, menjelaskan keputusan tersebut: "Kami berada di Marbella (Spanyol) dan dia serta Mona (Nemmer), ahli gizi kami, menyusun rencana kerja untuk minggu ini," kata Pons. "Dia tidak berpuasa pada hari Kamis dan tidak akan berpuasa pada hari Jumat atau pada hari pertandingan, jadi dalam hal itu, itu sempurna. Dia (Salah) telah bersikap fleksibel," sambungnya.
Aturan baru di Piala Dunia 2026 memperkenalkan “Hydration Break”. Di setiap babak, wasit akan menghentikan pertandingan selama tiga menit. Waktu tersebut dimaksudkan untuk memberi pemain kesempatan beristirahat dan menenggak minuman. Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam manajemen stamina di turnamen terbesar dunia.
Dengan fakta-fakta tersebut, jelas bahwa hidrasi bukan hanya soal kenyamanan. Kelebihan atau kekurangan cairan dapat menurunkan kecepatan, ketahanan, dan bahkan memicu cedera. Di era sepakbola modern, di mana intensitas tinggi dan suhu tinggi seringkali bersamaan, perhatian terhadap asupan air menjadi kunci bagi para pemain yang ingin tetap kompetitif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Aturan Baru: Istirahat Hidrasi di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 2026: Istirahat Minum 3 Menit Setiap Babak
Robi Syianturi Raih VO2 Max 80, Viral di Media Sosial
Robi Syanturi Capai VO2 Max 80, Rekor Atlet Lari Indonesia
Waktu Jalan Kaki Tak Penting, Asalkan Konsisten
Piala Dunia 2026: Cuaca Panas Ekstrem, 26 Pertandingan Risiko
Berita Terbaru
Hidrasi Sepakbola: Kunci Kinerja di Suhu Tinggi Esensial
Tanjung Verde Kalahkan Spanyol, Kepulauan Menjadi Sorotan
Bubur Suro: Tradisi Rasa Baru di Bulan Muharram Jawa
Bold Riders Gelar Kuis Tebak MotoGP 'The Little Samurai'
Palu Terjulang 21 Gempa Susulan, Magnitudo M 5,1 Hari Ini
Bendungan Motuo di Tibet: Ambisi Besar, Dampak Besar
Gempa 6,7 Sulawesi Tengah: Getaran Kuat, Tak Ada Kerusakan