Hotspot Kebakaran Meningkat Tajam di Sumatera Selatan Juni

Dedi S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 22 dibaca
Bisik.id
Hotspot Kebakaran Meningkat Tajam di Sumatera Selatan Juni

Gambar atau konten salah?

Di wilayah Sumatera Selatan, jumlah titik panas (hotspot) meningkat tajam pada bulan Juni. Pada periode 01-05 Juni, dipantau sebanyak 164 titik yang tersebar di beberapa kabupaten.

Menurut Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, “Sepanjang 5 hari di bulan Juni ini, hotspot terpantau sebanyak 164 titik. Dibandingkan awal Mei, angka awal Juni mengalami peningkatan yang tinggi. Tiga daerah yang terdeteksi tinggi, yakni di Muara Enim, Lahat, dan Muba,” ujar Sudirman pada 06 Juni 2026.

Di ketiga daerah tersebut, hotspot mencapai 92 titik secara keseluruhan: Muara Enim 39 titik, Lahat 29 titik, dan Muba 24 titik. Sementara itu, wilayah lain yang tercatat pada awal Mei meliputi Muratara 19 titik, Mura 15 titik, PALI 8 titik, OKU Timur 6 titik, OKU 5 titik, OKI 4 titik, Ogan Ilir dan Banyuasin 3 titik, Empat Lawang 2 titik, dan Lubuklinggau 1 titik.

Hanya di Pagar Alam, Palembang, dan OKU Selatan yang tidak terdeteksi hotspot, “Hanya di Pagar Alam, Palembang, dan OKU Selatan yang nihil hotspot,” tambah Sudirman.

Selama periode 01 Januari – 05 Juni 2026, jumlah hotspot di Sumatera Selatan telah mencapai 1.258 titik. Peningkatan tertinggi terjadi pada Mei lalu, dengan 708 titik—lonjakan yang menjadi tertinggi sejak Mei 2015.

Menurut Sudirman, kenaikan ini sejalan dengan masuknya musim kemarau di sejumlah wilayah Sumsel. Menurut BMKG Sumsel, puncak kemarau diperkirakan pada Juli–Agustus.

“Peningkatan hotspot ini seiring dengan masuknya Sumsel ke musim kemarau. Kita sudah melakukan berbagai antisipasi untuk mencegah kejadian karhutla. Tak hanya dengan peningkatan status, tapi juga kesiapsiagaan yang dilakukan satgas darat dan udara,” jelasnya.

Data ini menandai perlunya pengawasan berkelanjutan dan tindakan pencegahan, mengingat potensi kebakaran hutan yang meningkat selama musim kemarau. Kegiatan pemantauan dan kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar risiko karhutla dapat diminimalkan.

Hotspot kebakaranSumatera SelatanMusim kemarauKarhutlaBPBD SumselSudirmanMuara Enim

Komentar

Memuat komentar...