Ibu Tiga Anak Sakit Crohn's, Berjuang Menambah Berat Badan
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Seorang ibu tiga anak, Emile Cullum berusia 36 tahun, awalnya mengira hanya mengalami masalah ringan setelah makan sereal. Namun, kondisinya berkembang menjadi gangguan serius sehingga kini harus menjalani perawatan medis khusus.
Gejala pertama muncul ketika ia muntah setelah mengonsumsi semangkuk sereal yang ternyata sudah basi pada November 2024. Pada saat itu, ia masih beraktivitas seperti biasa, namun muntah terus berlanjut selama 10 hari berturut‑turut. Kondisi ini memaksa ia dirawat di rumah sakit.
Selama pemeriksaan, dokter menegaskan bahwa ia mengalami Crohn's disease. Menurut penjelasan medis, penyakit ini merupakan kondisi jangka panjang yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Gejalanya meliputi diare, nyeri perut, kelelahan, dan penurunan berat badan.
Meski sudah didiagnosis awal, kondisi Emile tidak kunjung membaik. Pada Februari 2025, ia menemui dokter spesialis karena masih kesulitan menelan makanan. Dari pemeriksaan lanjutan, ia didiagnosis mengalami gastroparesis, yaitu kondisi kronis yang membuat lambung tidak dapat bekerja secara normal.
"Ketika saya menemui spesialis, dia mengatakan bahwa masalahnya ada di lambung saya. Dia bilang lambung saya benar-benar tidak bekerja dan tidak ada yang bisa lewat," ujarnya.
Emile mengungkapkan bahwa tim medis memberi penjelasan bahwa lambungnya sudah tidak berfungsi. Ia juga mengatakan, "Saat di rumah sakit, mereka mengatakan jika saya tidak bisa menambah berat badan, pada dasarnya saya seperti 'dipaksa anoreksia'."
Berat badan Emile turun drastis. Pada akhir musim panas 2025, ia turun dari sekitar 53 kilogram menjadi hanya sekitar 30 kilogram. Kondisi ini membuatnya harus menjalani perawatan paliatif karena kesulitan menambah berat badan.
Kini, Emile berupaya mengumpulkan dana untuk mendapatkan perawatan lanjutan secara privat. Ia berharap bisa memiliki lebih banyak waktu bersama anak‑anaknya dan tidak ingin menghabiskan waktu di rumah sakit tanpa keluarga.
Berikutnya, ada sedikit perkembangan setelah pemasangan selang permanen di usus yang membantunya menambah berat badan sekitar 6 kilogram. Namun, peluang untuk bertahan dalam jangka panjang bergantung pada terapi nutrisi khusus seperti Total Parenteral Nutrition (TPN), yang hanya dapat memperpanjang hidup, bukan menyembuhkan kondisi tersebut.
Emile Cullum kini berada pada fase kritis, berjuang antara harapan untuk memperpanjang hidup dan kenyataan bahwa perawatan ini tidak menyembuhkan penyakit. Perjalanan medisnya menyoroti betapa kompleksnya kondisi kronis yang dapat muncul secara tiba‑tiba dan memengaruhi kualitas hidup serta keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Warung Nasi Goreng Salatiga Viral karena Timun Utuh
Jagakarsa: 7 Tempat Kuliner Tradisional yang Harus Dicoba
Gading Serpong: Pusat Kafe Favorit Warga BSD dan Tangerang
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Rahasia Tempura Jepang: Adonan Ringan dan Minyak Tepat
Tujuh Tempat Makan Legendaris di Cilandak Menjelajah Rasa
Berita Terbaru
Muharram: Bulan Pertama, Waktu Refleksi Islam, Puasa
Fatty Liver Meningkat di Generasi Muda, Tanda Waspada
Bali dan Jakarta Ternyata Overrated: Dampak Komersialisasi
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama setelah IPO SpaceX
Kurang Cukup: 5 Porsi Buah dan Sayur Tidak Cukup Flavanol
Tingkat Pengangguran Remaja di Jakarta Menurun 5 Persen
Errol Musk: Ayah Elon Musk, Hubungan Baru dengan Jana
