Ibu Tunggal Kanker Payudara Buka Usaha Kue Rendah Gula
Gambar atau konten salah?
Huang Cai Ling berusia 40 tahun, seorang ibu tunggal di Malaysia, didiagnosis menderita kanker payudara stadium akhir pada 01 November 2025. Sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lain, membuat kondisi tubuhnya semakin lemah.
Meski begitu, Huang tidak mengandalkan donasi. Ia memilih cara sendiri untuk menutupi biaya pengobatan dan menghidupi putranya yang berusia 6 tahun. Ide sederhana: membuat dan menjual kue rendah gula. Kue ini dibuat di rumah, menggunakan bahan yang tidak mengandung gula tinggi, sehingga aman bagi tubuhnya yang sedang melewati proses terapi.
Setiap hari, setelah sesi pengobatan, Huang kembali ke dapur. Meski tubuhnya lemah, ia tetap menyiapkan adonan, memanggang, dan membungkus kue. Hasilnya dijual di pasar tradisional dan di media sosial. Banyak orang yang membeli kue tersebut, tidak hanya sebagai makanan, tapi juga sebagai bentuk dukungan moral.
Kisahnya menyebar luas. Warga setempat mulai membeli kue secara rutin. Beberapa orang bahkan memberikan uang secara diam-diam, menulis nama putranya di amplop sebagai tanda kepedulian. Hal ini membuat Huang merasa dihargai dan memberi semangat untuk terus berjuang.
Suatu hari, Lee Chong Wei, legenda bulu tangkis Malaysia, mengetahui kisah perjuangan Huang. Melalui asistennya, Lee menghubungi Huang dan memesan 600 kotak kue sekaligus. Huang merasa terharu dan menganggap pesanan itu sebagai dorongan besar. Ia berkata, “Ini adalah dorongan yang sangat besar dan juga bentuk penghormatan bagi saya.”
Seorang tokoh bergelar Datuk juga menghubungi Huang setelah mendengar tentang keteguhannya. Ia mengekspresikan rasa hormat dan ingin memberikan dukungan. Meskipun mendapat banyak perhatian, Huang tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap penggalangan dana yang mengatasnamakan dirinya.
Huang tumbuh besar di panti asuhan sejak kecil. Ia belajar untuk mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Kini, dengan kondisi kesehatan yang menantang, ia tetap berusaha untuk bertahan. Ia menyadari bahwa setiap kue yang ia jual adalah langkah kecil menuju perawatan yang lebih baik.
Di tengah tantangan, Huang tetap optimis. Ia percaya bahwa dukungan dari orang-orang di sekitarnya memberi harapan. Setiap pembelian kue, setiap amplop uang, dan setiap pesan dukungan menjadi bukti bahwa masih ada kebaikan di tengah masa sulit.
Huang Cai Ling menunjukkan bahwa keteguhan hati dan kreativitas dapat menjadi solusi ketika hidup menghadirkan rintangan besar. Kisahnya mengingatkan kita bahwa setiap orang, tak peduli latar belakangnya, dapat menemukan cara untuk tetap maju.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
