Rasa Penasaran Membujurkan Konsumsi Protein Bar Jangkrik
Gambar atau konten salah?
Protein alternatif yang berasal dari serangga masih terdengar asing bagi banyak orang. Namun, makanan ini semakin populer karena dianggap sebagai sumber protein yang berkelanjutan. Banyak orang merasa ragu atau bahkan jijik ketika membayangkan mengonsumsi produk yang terbuat dari jangkrik, kumbang, atau larva serangga.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh University of Beira Interior di Portugal pada 18 Juni 2026 mencoba mengukur reaksi konsumen ketika mencicipi makanan berbahan serangga. Dalam eksperimen ini, 38 orang dewasa yang belum pernah mengonsumsi makanan serangga sebelumnya diundang untuk berpartisipasi.
Para peserta diminta mencicipi dua jenis camilan: protein bar berbahan serangga dan cereal bar biasa. Selama sesi, peneliti memonitor aktivitas otak dan detak jantung setiap peserta untuk melihat respons fisiologis yang muncul saat mencicipi kedua produk tersebut.
Awalnya, para peneliti memperkirakan bahwa peserta akan lebih menyukai cereal bar dan menunjukkan reaksi negatif terhadap produk berbahan serangga. Namun, hasilnya justru berbeda dari dugaan tersebut.
Para peserta menunjukkan rasa penasaran yang tinggi terhadap produk berbahan serangga. Bahkan, banyak di antaranya lebih terbuka untuk mencoba makanan tersebut dibandingkan perkiraan awal. Sebagian peserta diberi tahu bahwa mereka sedang mengonsumsi produk berbahan serangga, sementara sebagian lainnya mengira mereka hanya mencicipi cereal bar biasa.
Hasil pengukuran fisiologis menunjukkan peserta menjadi lebih fokus dan terlibat saat mengonsumsi protein bar berbahan serangga, "Hasil pengukuran fisiologis menunjukkan peserta menjadi lebih fokus dan terlibat saat mengonsumsi protein bar berbahan serangga," tulis peneliti dalam laporan tersebut. Detak jantung peserta juga tercatat meningkat selama sesi pencicipan, menandakan adanya peningkatan kewaspadaan dan perhatian terhadap makanan yang sedang dicoba.
Hasil lain yang cukup mengejutkan adalah sebagian besar peserta justru menyatakan lebih menyukai rasa protein bar berbahan serangga dibandingkan cereal bar biasa. Peneliti menyimpulkan bahwa rasa penasaran dan ketertarikan terhadap makanan baru dapat mengalahkan rasa jijik yang muncul pada awalnya.
Penulis utama penelitian, Andreia C. B. Ferreira, mengaku terkejut dengan hasil tersebut. "Temuan ini sangat mengejutkan. Selama ini banyak penelitian menyebut konsumen cenderung menolak makanan baru seperti ini. Hasil kami menunjukkan pentingnya pengalaman mencicipi dalam memperkenalkan alternatif pangan baru ke orang-orang," ujarnya.
Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa studi ini masih berskala kecil, sehingga diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih beragam untuk memperoleh kesimpulan yang lebih kuat.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa rasa penasaran dan pengalaman mencicipi dapat mengubah persepsi konsumen terhadap makanan berbahan serangga. Hasilnya menunjukkan bahwa eksposur langsung dan ketertarikan dapat mengatasi ketidaksukaan awal, membuka peluang bagi pengembangan alternatif pangan yang lebih berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
