Durian jatuh di Lorong Lew Lian, 30 buah pemandangan unik

Wulan M. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Durian jatuh di Lorong Lew Lian, 30 buah pemandangan unik

Gambar atau konten salah?

Lorong Lew Lian di kawasan Serangoon, Singapura, sedang menjadi sorotan karena musim durian yang tak biasa. Dalam dua pekan terakhir, sekitar 30 buah durian jatuh dari pohonnya, menambah keunikan pemandangan di perumahan ini.

Di balik kebun kecil ini masih tersisa 13 pohon durian dewasa yang tinggi mencapai empat hingga lima lantai. Pohon-pohon ini ditanam pada 1995 dan kini memasuki fase berbuah. Setiap kali buah menempel di dahan, warga sekitar dan pengunjung dari luar kawasan berbondong-bondong datang hanya untuk menyaksikan.

Meski terlihat menggoda, rasa durian dari pohon-pohon tersebut seringkali tidak sesuai ekspektasi. Seorang wanita yang telah tinggal di kawasan itu selama 12 tahun mengaku pernah mencoba durian yang jatuh pada 2017 karena penasaran dengan cita rasanya.

“Saya pernah mengambil satu buah durian di sini dan membawanya pulang untuk dicoba. Tapi rasanya benar-benar tidak enak. Rasanya seperti kentang, tidak manis sama sekali dan teksturnya sangat kering,” ujarnya.

Warga lain menyatakan bahwa tahun ini jumlah buah yang muncul tampak lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, pemandangan pohon durian yang dipenuhi buah menjadi sesuatu yang unik dan menarik perhatian warga.

Seorang warga berusia 50-an tahun mengatakan banyak lansia datang pada pagi atau malam hari untuk menunggu durian jatuh. Namun ia mengingatkan bahwa kualitas durian terbaik hanya diperoleh dari buah yang matang alami dan jatuh sendiri dari pohon.

“Beberapa orang memotong durian yang berada di ranting pohon untuk dimakan. Padahal buah itu belum matang sempurna sehingga rasa dan teksturnya tidak ideal,” jelasnya.

Keberadaan pohon-pohon durian ini juga memunculkan nostalgia bagi sebagian warga. Seorang penghuni yang telah tinggal selama 25 tahun di kawasan tersebut mengaku senang setiap kali melihat cabang-cabang pohon yang dipenuhi buah.

“Setiap melihat pohon penuh durian, saya merasa seperti kembali ke masa kecil saat bermain di bawah pohon durian di kampung,” katanya.

Menurut dewan kota setempat, nama Lorong Lew Lian sendiri berasal dari bahasa Hokkien yang berarti durian. Kawasan tersebut dulunya merupakan perkebunan durian yang ada sejak lebih dari 70 tahun lalu.

Hingga kini, pohon-pohon durian tersebut tetap dipertahankan karena dianggap menjadi pemandangan unik yang disukai warga lokal, meskipun kualitas dan rasa buahnya belum tentu semanis durian budidaya yang banyak dijual di pasaran.

Musim durian di Lorong Lew Lian menampilkan keindahan alam sekaligus peringatan bahwa buah yang jatuh tidak selalu sempurna. Bagi warga, pemandangan ini lebih bersifat kenangan dan keunikan daripada pencapaian rasa yang memuaskan.

Lorong Lew LianDurianSingapuraMusim DurianPohon Durian 1995JatuhNostalgia

Komentar

Memuat komentar...