IHSG Anjlok 11,57% ke 5.185, MSCI Picu Kejatuhan

Ani R. · 2 min baca · 2 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
IHSG Anjlok 11,57% ke 5.185, MSCI Picu Kejatuhan

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami hari yang berat pada Jumat, 16 Oktober 2026. Indeks ditutup merosot 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185. Padahal, saat pembukaan perdagangan pagi tadi, IHSG sudah langsung jatuh ke posisi 5.393.

Data dari RTI menunjukkan nilai transaksi hari itu mencapai Rp 31,92 triliun. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 68,56 miliar lembar, dengan frekuensi transaksi 2.133.155 kali. Menariknya, dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 775 saham justru menguat. Hanya 10 saham yang melemah dan 10 saham lainnya stagnan.

Kalau dilihat dari rentang waktu yang lebih panjang, penurunan ini cukup dalam. Secara mingguan, IHSG turun 14,91 persen. Secara bulanan, indeks minus 19,50 persen. Dalam enam bulan terakhir, IHSG berkurang 25,82 persen. Dan secara year to date, indeks anjlok 40,04 persen.

Pelemahan ini tidak lepas dari pengumuman lembaga pemeringkat internasional, Morgan Stanley Capital International (MSCI). Lembaga tersebut berpotensi menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Kekhawatiran yang mendasarinya berkaitan dengan aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham Indonesia yang dinilai masih perlu perbaikan.

Rencana penurunan status ini masih dalam tahap konsultasi dengan pelaku pasar. Keputusan final akan diumumkan paling lambat pada 30 Juni 2027. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa Standalone Market bukanlah status pasar modal terendah di klasifikasi MSCI. Penegasan ini disampaikan menyusul pengumuman MSCI yang membuka ruang penurunan status tersebut.

Direktur Pengembangan BEI, Iding Pardi, mengatakan pihaknya mencermati seluruh isu yang menjadi perhatian MSCI. Ia juga menegaskan bahwa Standalone Market merupakan klasifikasi khusus bagi pasar modal yang membutuhkan perhatian lebih.

"Nah, perlu diketahui oleh teman-teman bahwa klasifikasi MSCI Standalone Market itu bukan klasifikasi terendah. Itu adalah klasifikasi khusus kalau memang market itu perlu mendapatkan perhatian khusus. Jadi, bukan berarti terendah, bukan berarti Advance, kemudian Emerging, kemudian Frontier, kemudian Standalone. Jadi, nggak seperti itu," ungkap Iding di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Jumat, 16 Oktober 2026.

Posisi IHSG yang jatuh cukup dalam ini menjadi perhatian banyak pihak. Meski demikian, pernyataan BEI setidaknya memberikan gambaran bahwa status Standalone Market tidak otomatis berarti posisi terburuk. Yang jelas, proses konsultasi masih berjalan dan keputusan akhir belum diambil. Pelaku pasar tentu berharap ada kejelasan sebelum tenggat waktu yang ditentukan MSCI tiba.

IHSGMorgan Stanley Capital InternationalStandalone MarketBursa Efek IndonesiaEmerging Marketpenurunan statuspasar modal

Komentar

Memuat komentar...