IHSG Anjlok 2,2% ke 5.812, Tembus Level 6.000
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau merosot cukup dalam pada perdagangan Kamis pagi, 15 Oktober 2026. Hingga pukul 11.00 WIB, indeks saham utama Indonesia itu sudah menjauh dari level psikologis 6.000.
Berdasarkan data dari RTI Business, IHSG tercatat turun 2,20% dan berada di posisi 5.812,45. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi pembukaan perdagangan pagi tadi yang sempat berada di level 5.917,13.
Volume perdagangan tercatat mencapai 17,34 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 7,23 triliun. Frekuensi perdagangan yang terjadi mencapai 902.966 kali hingga tengah hari.
Kondisi pasar hari ini memang didominasi tekanan jual. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 635 saham tercatat melemah. Sementara itu, hanya 76 saham yang berhasil menguat dan 77 saham lainnya stagnan.
Sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut membebani pergerakan IHSG. PT Petrosea Tbk (PTRO) misalnya, harganya turun 5,34% menjadi Rp 3.900 per saham. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga terkoreksi 5,17% ke level Rp 2.200 per saham.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 5,59% ke harga Rp 845 per saham. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tercatat turun lebih dalam lagi, yakni 7,39% ke posisi Rp 1.880 per saham.
Saham-saham bank besar pun tak luput dari tekanan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 0,82% ke Rp 6.075 per saham. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) turun 0,59% ke Rp 3.390 per saham.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terkoreksi 0,32% ke level Rp 3.080 per saham. Sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melemah tipis 0,25% ke harga Rp 3.950 per saham.
Pelemahan yang terjadi hari ini cukup merata, baik di sektor energi, industri, maupun perbankan. Artinya, tekanan jual bukan hanya menyasar satu kelompok saham tertentu, melainkan hampir seluruh sektor utama. Kondisi seperti ini biasanya mencerminkan sentimen pasar yang sedang kurang baik secara menyeluruh, bukan sekadar koreksi pada beberapa saham individual.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Anjlok 31,91% Sepanjang 2026
Dolar AS Dekati Rp 18.000, Rupiah Melemah 0,31%
JAWA Terima Sanksi Karhutla, Manajemen Pastikan Produksi Tetap Normal
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
