IHSG Anjlok, Luthfi Tuding Singapura Intervensi MSCI

Ratna D. · 4 min baca · 54 menit lalu · 14 dibaca
Bisik.id
IHSG Anjlok, Luthfi Tuding Singapura Intervensi MSCI

Gambar atau konten salah?

Di tengah ramainya pemberitaan mengenai kepuasan publik terhadap dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, ada kegelisahan lain yang muncul. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun ke level terendah sejak pandemi Covid-19. Ini menjadi perhatian serius, terutama soal bagaimana pemerintah merespons situasi tersebut.

Masyarakat masih mencerna alasan di balik ultimatum MSCI yang ingin menurunkan status IHSG pekan lalu. Namun, tiba-tiba muncul pernyataan dari Muhammad Luthfi, mantan Menteri Perdagangan era SBY dan Jokowi. Ia menuding ada campur tangan Singapura di balik keputusan MSCI.

Luthfi menyebut, Singapura menekan MSCI melalui Government of Singapore Investment Corporation (GIC). Tujuannya, menurut dia, untuk menurunkan status pasar modal Indonesia menjadi Standalone Market. Dengan begitu, kepanikan di pasar saham terjadi. Investor asing pun bisa membeli saham Indonesia dengan harga murah.

"Lalu, kenapa Singapura lewat institusi raksasa mereka seperti Temasek dan GIC yang punya pengaruh besar di MSCI begitu ngotot menekan Indonesia? Bahkan saya dapat kabar langsung di dalam, Rachel Goh di GIC yang marah-marah dan menekan MSCI supaya peringkat Indonesia diturunkan," ujar Luthfi di Instagram pribadinya, Selasa 20 Oktober 2026.

Luthfi juga berpendapat, soal transparansi kepemilikan saham yang dipersoalkan MSCI hanyalah alasan. Penurunan status ini, kata dia, lebih karena kepentingan investor asing.

Tudingan itu langsung dibantah oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, yakin MSCI bekerja secara independen. Ia tidak mau menanggapi lebih dalam pernyataan Luthfi. Saat ini, BEI lebih fokus pada langkah teknis untuk memperbaiki pasar modal Indonesia.

"Kami akan sangat fokus kepada hal teknis dan kami selalu meyakini dan tetap percaya bahwa global index provider selalu independen," ujar Jeffrey di Gedung BEI, Jakarta, Selasa 20 Oktober 2026.

Pendapat serupa datang dari Bos OJK, Friderica Widyasari Dewi. Ia menyebut pihaknya akan fokus bekerja dan tidak menggubris pernyataan eks menteri Luthfi. Perempuan yang akrab disapa Kiki itu bahkan sudah berkoordinasi dengan Presiden Prabowo soal hasil reformasi IHSG. Tujuannya, untuk merebut kembali hati MSCI.

Di luar polemik dugaan campur tangan asing, ancaman perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI membawa persoalan yang lebih mendasar. Sorotan terhadap transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan bukan hanya soal penilaian lembaga indeks global. Ini juga menyangkut kemampuan regulator domestik memastikan pasar berjalan secara transparan dan kredibel.

Bagi pemerintahan Prabowo-Gibran yang sudah melewati tahun kedua, situasi ini menjadi ujian tersendiri. Prabowo belakangan tengah melakukan bongkar-pasang kabinet untuk memperbaiki ekonomi. Pemerintahan ini masih dihadapkan pada tantangan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. Faktor penting untuk menjaga arus modal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Apakah gejolak ini hanya persoalan teknis pasar modal, atau sudah menyentuh kredibilitas kebijakan ekonomi dan institusi Indonesia di mata investor? Ikuti diskusinya bersama Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad.

Beralih ke Sumatera, Bareskrim Polri telah menetapkan dan menangkap lima orang tersangka dalam perkara gangguan sistem kelistrikan. Gangguan ini menyebabkan blackout di Batam dan Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), beberapa waktu lalu. Lima tersangka terdiri dari empat petugas PT PLN Batam dan satu orang kontraktor.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Moh Irhamni, mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan, mengumpulkan barang bukti, serta menggelar perkara.

"Sebanyak lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, dengan dugaan peran unsur kelalaian yang dilakukan oleh empat orang dari petugas PT PLN Batam dengan inisial RB, ZR, DA, AWD dan satu orang pihak luar, yaitu kontraktor inisial AEP," kata Irhamni di Polda Jepri, Selasa 20 Oktober 2026.

Bagaimana proses penetapan tersangka ini? Bukti-bukti apa saja yang digunakan? Berapa kerugian negara akibat kejadian blackout di Batam? Simak laporan lengkapnya bersama jurnalis dalam segmen Berita Nusantara.

Membahas topik keuangan, akan ditelisik bagaimana seseorang perlu mencari taktik agar tetap dapat berinvestasi meski dengan kondisi keuangan yang pas-pasan. Punya pekerjaan dan penghasilan sendiri ternyata belum tentu membuat anak muda merasa aman secara finansial. Biaya hidup terus menyita pendapatan, sementara kebutuhan untuk menyiapkan masa depan, atau sekadar memiliki tabungan yang cukup, terasa makin sulit dikejar.

Di media sosial, investasi kerap ditampilkan sebagai jalan untuk mempercepat pencapaian finansial. Ada yang memamerkan keuntungan, ada pula yang mengaku bisa menghasilkan uang dari pasar modal. Tak heran jika investasi makin menarik perhatian anak muda, bahkan ketika ruang keuangan mereka sebenarnya terbatas.

Apakah di tengah tekanan ekonomi dan banjir cerita sukses di media sosial, anak muda justru semakin mudah tergoda mengambil risiko yang belum mereka pahami? Jika uang yang tersisa saja pas-pasan, apakah investasi masih realistis untuk dimulai? Ikuti diskusinya.

Secara keseluruhan, berita ini menyoroti beberapa isu penting. Pertama, dugaan campur tangan asing dalam penurunan status IHSG oleh MSCI, yang dibantah oleh BEI dan OJK. Kedua, tantangan pemerintah dalam menjaga kredibilitas pasar modal di tengah tekanan ekonomi. Ketiga, kasus blackout di Batam yang melibatkan kelalaian petugas PLN. Keempat, dilema investasi di kalangan anak muda dengan kondisi keuangan terbatas. Semua isu ini mencerminkan kompleksitas tantangan ekonomi dan regulasi yang dihadapi Indonesia saat ini.

IHSGMSCISingapurainvestasipasar modaltransparansiekonomi

Komentar

Memuat komentar...