IHSG Bertahan di 6.000, Asing Beli Bersih Rp1 Triliun

Fajar H. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Bertahan di 6.000, Asing Beli Bersih Rp1 Triliun

Gambar atau konten salah?

Pada perdagangan sesi pertama hari Kamis, 16 Juli 2020, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis. Indeks berhasil bertahan di level 6.000-an.

Data dari RTI Business menunjukkan IHSG naik sebesar 0,37% dan ditutup di angka 6.064. Sejak awal perdagangan, indeks sudah menunjukkan penguatan. Level tertinggi yang sempat diraih IHSG pada sesi ini adalah 6.076,55.

Volume transaksi tercatat mencapai 18,88 miliar lembar saham. Nilai transaksinya sendiri mencapai Rp 7,57 triliun. Total frekuensi perdagangan hingga akhir sesi pertama hari ini adalah sebanyak 1.450.198 kali.

Indeks LQ45, yang mencatat saham-saham dengan likuiditas tinggi, juga ikut menguat. Kenaikannya mencapai 0,84%. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 330 saham berhasil menguat. Sementara itu, 250 saham lainnya mengalami pelemahan, dan 207 saham tercatat stagnan atau tidak bergerak.

Dari sisi investor asing, data dari Stockbit mencatat adanya aksi beli bersih atau net foreign buy sebesar Rp 1,01 triliun pada hari ini. Aksi beli terbesar dari asing terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan nilai Rp 90,20 miliar.

Posisi kedua ditempati oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Investor asing tercatat membeli bersih saham BBCA senilai Rp 40,97 miliar. Di urutan ketiga, saham PT Timah Tbk (TINS) mencatatkan aksi beli bersih asing sebesar Rp 33,20 miliar.

Secara keseluruhan, total aksi beli pada sesi pertama hari ini mencapai Rp 2,60 triliun. Sementara itu, total aksi jual asing atau foreign sell tercatat sebesar Rp 1,59 triliun. Selisih antara keduanya menghasilkan net foreign buy sebesar Rp 1,01 triliun hingga akhir sesi pertama.

Pergerakan IHSG yang menguat tipis ini menunjukkan sentimen pasar yang masih hati-hati. Aksi beli bersih dari investor asing, terutama di sektor perbankan dan tambang, menjadi salah satu faktor penopang indeks di tengah dominasi saham yang stagnan.

IHSGpenguatannet foreign buysahamtransaksiLQ45Bank Mandiri

Komentar

Memuat komentar...