IHSG Ditutup Menguat, Asing Jual Bersih Rp205 M
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 07 Juli 2026. Indeks naik sebesar 1,19% dan berada di level 5.986,50. Kenaikan ini terutama didorong oleh saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, dan BBNI. Namun, pelemahan pada saham BRMS, INDF, dan ICBP sedikit menahan laju penguatan IHSG.
Meskipun IHSG mencatatkan penguatan, investor asing justru melakukan aksi jual bersih. Nilai jual bersih di pasar reguler mencapai Rp205,38 miliar. Sementara itu, di seluruh pasar, angka jual bersih asing tercatat sebesar Rp176,83 miliar. Dari total 11 sektor yang diperdagangkan, sebanyak 10 sektor berhasil ditutup di zona hijau. Sektor properti menjadi pemimpin kenaikan dengan penguatan sebesar 3,23%. Di sisi lain, sektor teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah, yaitu turun 0,54%.
Dari pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah secara serentak. Indeks Dow Jones turun 0,25%, S&P 500 terkoreksi 0,45%, dan Nasdaq melemah 1,16%. Pelaku pasar juga mencermati meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran kembali menyerang kapal komersial di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar 20% dari total distribusi minyak dunia.
Di tengah berbagai sentimen tersebut, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan evaluasi MSCI terhadap reformasi pasar modal Indonesia. Hal ini terlihat dari kenaikan ETF EIDO sebesar 1,08% dan indeks MSCI Indonesia yang menguat 2,07%.
MSCI memutuskan untuk mempertahankan kebijakan index freeze untuk saham Indonesia pada Index Review Agustus 2026. Dengan keputusan ini, tidak ada tambahan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Tidak ada perubahan pada Foreign Inclusion Factor (FIF) maupun Number of Shares (NOS). Selain itu, belum ada perpindahan emiten dari indeks Small Cap ke Standard Index.
Lembaga penyedia indeks global tersebut masih melanjutkan peninjauan terhadap implementasi reformasi pasar modal Indonesia. Fokus peninjauan meliputi transparansi struktur kepemilikan saham, metodologi penentuan free float, serta kemudahan akses pasar bagi investor internasional.
Berita Emiten
PT Indosat Tbk. (ISAT)
ISAT bersama anak usahanya, Aplikanusa Lintasarta, telah menyelesaikan transaksi divestasi. Mereka melepas 84,90% saham PT Infra Fiber Teknologi (IFT) kepada PT Nusantara Fiber Teknologi (NFT). NFT merupakan entitas yang berada di bawah PT Ainfrastruktur Indonesia Raya (AIR). Nilai transaksi ini mencapai Rp11,71 triliun dan efektif berlaku sejak 30 Juni 2026.
Selain melepas mayoritas saham IFT, ISAT dan Lintasarta juga mengalihkan sisa kepemilikan sebesar 15,10% melalui mekanisme inbreng. Sebagai hasilnya, mereka memperoleh kepemilikan sebesar 49,90% di NFT. Dengan struktur baru ini, ISAT masih memiliki kepemilikan efektif sebesar 49,68% di IFT.
Setelah transaksi selesai, IFT tidak lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan ISAT. Namun, perseroan tetap dapat memanfaatkan jaringan serat optik melalui skema lease back untuk mendukung kegiatan operasional. Dari transaksi ini, ISAT menerima dana tunai sebesar Rp11,71 triliun. Perseroan juga membukukan keuntungan bersih dari dekonsolidasi sebesar Rp1,65 triliun.
Tambahan likuiditas tersebut diperkirakan membuat posisi kas perseroan meningkat signifikan. Pada akhir kuartal I-2026, kas ISAT berada di angka Rp5,56 triliun. Setelah transaksi, posisi kas diperkirakan menjadi sekitar Rp17,47 triliun. Langkah ini juga menjadi bagian dari transformasi bisnis ISAT menuju model operasional yang lebih ringan aset (asset-light). Meskipun demikian, perseroan tetap mempertahankan eksposur terhadap bisnis infrastruktur fiber.
PT Niramas Utama Tbk. (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX)
Dua emiten yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 07 Juli 2026 juga mendapat perhatian pasar. JELI mencatat kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 41,90 kali. Sementara itu, JECX membukukan oversubscription sebesar 5,61 kali.
Secara keseluruhan, jumlah kelebihan pemesanan kedua penawaran umum perdana saham tersebut mencapai sekitar 13,13 miliar lembar. Seiring proses penjatahan, terdapat potensi pengembalian dana sekitar Rp12,60 triliun kepada investor. Dana tersebut berpotensi kembali masuk ke pasar. Hal ini dapat mendukung aktivitas transaksi di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Rekomendasi Saham Hari Ini
- SMGR - Buy 1490-1500 | TP 1520-1530 | SL 1410
- ASII - Buy 4880-4910 | TP 4930-4980 | SL 4690
- ADRO - Buy 2310-2330 | TP 2360-2400 | SL 2220
- BKSL - Buy 63-66 | TP 67-68 | SL 61
- ELSA - Buy 585-595 | TP 605-615 | SL 560
Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG pada hari itu menunjukkan penguatan yang cukup solid meskipun ada tekanan jual dari investor asing. Keputusan MSCI untuk menunda perubahan indeks menunjukkan bahwa proses reformasi pasar modal Indonesia masih dalam tahap evaluasi. Di sisi korporasi, aksi divestasi ISAT menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur permodalan dan mendorong transformasi bisnis. Sementara itu, antusiasme pasar terhadap IPO JELI dan JECX menunjukkan minat investor yang masih tinggi terhadap saham-saham baru di bursa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menteri Keuangan Ajak Said Iqbal Makan Siang
Menteri Keuangan Akhirnya Ajak Said Iqbal Makan Siang
APBN Defisit Rp 196,5 Triliun di Semester I 2026
Utang Pinjol Tembus Rp103,73 Triliun per Mei 2026
MSCI Bekukan Saham Indonesia, Tak Ada Tambahan Indeks Global
Blair Temui Danantara, Bahas Transformasi BUMN
Berita Terbaru
Vietnam Pangkas Masa Bebas Visa WNI Jadi 14 Hari
Diskon 20 Persen Tiket Liburan Pakai Allo PayLater
SIM Digital Gagal Aktivasi? Ini Solusinya
Swiss ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Lewat Adu Penalti
Cara Mudah Perbaiki Retak Rambut di Dinding Rumah
Mahasiswi Telkom Hilang Enam Hari Ditemukan
BMKG: Sebagian Jawa Tengah Berawan, Waspada Karhutla
Pria Diduga ODGJ Bacok Helm di Ponorogo
9 dari 10 Penderita Diabetes di Jakarta Tak Sadar
Messi Gagal Penalti Lagi, Argentina Bangkit Balikkan Keadaan
