IHSG Melemah 0,69%, Tiga Saham Ini Jadi Sorotan

Agus P. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IHSG Melemah 0,69%, Tiga Saham Ini Jadi Sorotan

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026. Indeks turun 0,69% ke posisi 6.365,37. Sejumlah saham menjadi penopang, seperti SMMA yang naik 2,03%, MDKA menguat 3,40%, dan EMAS naik 2,01%. Namun, tekanan datang dari TLKM yang turun 3,32%, BBRI melemah 1,28%, dan BREN terkoreksi 3,99%.

Aktivitas investor asing menunjukkan perbedaan antara pasar reguler dan pasar keseluruhan. Di pasar reguler, asing mencatatkan net sell sebesar Rp875,51 miliar. Namun secara keseluruhan, mereka justru membukukan net buy Rp829,70 miliar.

Dari 11 sektor saham, 10 sektor berakhir di zona merah. Sektor Non-Cyclicals menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 1,37%. Satu-satunya sektor yang menguat adalah Transportation, yang naik 6,21%.

Pergerakan bursa global juga ikut memengaruhi. Bursa Amerika Serikat ditutup melemah. Dow Jones turun 0,11% ke 53.975, S&P 500 terkoreksi tipis 0,06% ke 7.753, dan Nasdaq turun 0,32% ke 26.605.

Di dalam negeri, rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menambahkan kolom afiliasi pada data kepemilikan saham di atas 1% menjadi perhatian. Langkah ini bisa memberikan informasi lebih jelas soal struktur kepemilikan dan transaksi afiliasi. Investor pun diharapkan lebih waspada, terutama dengan pergerakan ETF EIDO yang turun 1,24% dan indeks MSCI Indonesia yang melemah 1,05%.

Cisarua Mountain Dairy (CMRY)

CMRY mencatat laba bersih Rp1,17 triliun pada semester I-2026. Angka ini tumbuh 17,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp993,87 miliar. Pertumbuhan laba ini seiring dengan kenaikan pendapatan perseroan sebesar 25,50% menjadi Rp6,46 triliun, dari sebelumnya Rp5,14 triliun pada semester I-2025.

Dari sisi bisnis, pendapatan CMRY ditopang oleh segmen Dairy yang naik 54% secara tahunan dan Consumer Foods yang tumbuh 10%. Kinerja ini didukung oleh pengembangan produk, perluasan distribusi, dan ekspansi pasar ekspor.

CMRY mulai mengekspor produk ke Vietnam pada Mei 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pasar di luar Indonesia. Produk CMRY juga sudah menjangkau Filipina, Kamboja, Malaysia, Brunei, Timor Leste, dan Maladewa.

Perseroan juga mengembangkan Cimory Yogurt Cafe untuk menambah titik interaksi dengan konsumen dan memperluas keterlibatan merek. Secara teknikal, saham CMRY masih bergerak dalam fase konsolidasi pada kisaran Rp4.550 hingga Rp4.810.

Ifishdeco (IFSH)

IFSH membukukan laba bersih Rp46,18 miliar pada semester I-2026. Kinerja ini berbalik dari posisi rugi Rp6,17 miliar pada semester I-2025. Perubahan ini ditopang oleh kenaikan penjualan neto sebesar 88,56% secara tahunan menjadi Rp634,29 miliar, dari sebelumnya Rp336,37 miliar.

Kenaikan penjualan juga mendorong laba bruto menjadi Rp291,02 miliar, lebih dari empat kali lipat dibandingkan Rp65,27 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp343,27 miliar dari Rp271,10 miliar.

Berdasarkan segmen, kontribusi terbesar berasal dari bisnis pertambangan dan pengolahan nikel sebesar Rp540,16 miliar atau 85,2% dari total pendapatan. Sementara itu, jasa pertambangan dan bisnis lainnya menyumbang Rp94,09 miliar atau 14,8%.

Secara teknikal, saham IFSH berpotensi melanjutkan penguatan dalam jangka pendek jika mampu menembus pola Falling Wedge, dengan area yang diperhatikan berada di Rp1.235.

Triputra Agro Persada (TAPG)

TAPG menetapkan pembagian dividen tunai interim sebesar Rp60 per saham. Total dividen yang akan dibagikan mencapai sekitar Rp1,19 triliun. Pembagian ini setara dengan dividend payout ratio 58,33% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2026 sebesar Rp2,04 triliun.

Keputusan pembagian dividen telah mendapat persetujuan Dewan Komisaris melalui Keputusan Sirkuler Dewan Komisaris sebagai pengganti Rapat Dewan Komisaris pada 30 Juli 2026.

Pada semester I-2026, TAPG membukukan pendapatan Rp5,86 triliun. Pendapatan ini tumbuh 6,33% secara tahunan dibandingkan Rp5,51 triliun pada semester I-2025. Laba bersih perseroan juga meningkat 20,42% secara tahunan menjadi Rp2,04 triliun dari Rp1,69 triliun. Sementara itu, laba per saham (EPS) naik 21,18% secara tahunan menjadi Rp103 dari Rp85.

Pada perdagangan Senin, 11 Agustus 2026, saham TAPG ditutup pada level Rp1.810 per saham. Dengan dividen Rp60 per saham, dividend yield TAPG berada di kisaran 3,31%. Adapun cum date dividen ditetapkan pada 11 Agustus 2026, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 31 Agustus 2026.

Rekomendasi Saham

  • HRUM - Buy 835-845 | TP 860-875 | SL 790
  • TMAS - Buy 129-131 | TP 133-134 | SL 122
  • TCPI - Buy 4150-4170 | TP 4200-4290 | SL 3940
  • IFSH - Buy 1165-1180 | TP 1200-1235 | SL 1110
  • SMKM - Buy 79-81 | TP 83-84 | SL 74

Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG yang melemah diiringi oleh tekanan di sebagian besar sektor. Namun, beberapa emiten seperti CMRY, IFSH, dan TAPG mencatatkan kinerja keuangan yang positif pada semester I-2026. Ekspansi pasar ekspor CMRY, perbaikan laba IFSH, dan pembagian dividen TAPG menjadi sorotan utama. Sementara itu, investor tetap mencermati rencana BEI terkait kolom afiliasi dan pergerakan indeks global.

IHSGsahamBEICMRYIFSHTAPGdividen

Komentar

Memuat komentar...