IHSG Melemah Tipis, Bertahan di 6.334
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan hari ini. Meskipun turun, indeks masih mampu bertahan di kisaran angka 6.300-an.
Berdasarkan data yang dihimpun, pada penutupan perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, IHSG tercatat turun sebesar 5,54 poin. Angka ini setara dengan penurunan 0,09 persen, sehingga indeks berada di level 6.334,47. Sebagai perbandingan, IHSG dibuka pada level 6.366,01 di awal sesi.
Selama perdagangan berlangsung, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.394,68. Sementara itu, level terendah yang sempat dicapai adalah 6.284,88. Aktivitas transaksi tercatat cukup ramai dengan volume mencapai 46,42 miliar saham. Nilai transaksi atau turnover tercatat sebesar Rp 18,55 triliun, dengan frekuensi transaksi sebanyak 2.733.273 kali.
Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 272 saham berhasil menguat. Di sisi lain, 340 saham tercatat melemah, dan 184 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Bagaimana dengan bursa saham lain di kawasan Asia? Hang Seng Index di Hong Kong terpantau melemah cukup dalam, yaitu sebesar 0,95 persen. Nikkei di Jepang juga ikut turun, meskipun lebih tipis, yaitu 0,18 persen. Namun, Shanghai Composite Index di China justru berhasil mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,07 persen.
Kondisi IHSG yang melemah tipis ini terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung bervariatif. Mayoritas indeks di kawasan tertekan, meskipun Shanghai berhasil membukukan kenaikan kecil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi