Minum Susu Bisa Bikin Tinggi? Ini Fakta Medisnya

Iwan D. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Minum Susu Bisa Bikin Tinggi? Ini Fakta Medisnya

Gambar atau konten salah?

Sejak kecil, banyak dari kita yang akrab dengan nasihat orang tua untuk rajin minum susu. Tujuannya satu: biar tumbuh tinggi. Iklan di pinggir jalan pun sering menampilkan atlet terkenal yang meminum susu, seolah-olah itu adalah kunci tulang kuat dan otot terbentuk.

Tapi, benarkah minum susu bisa menambah tinggi badan? Atau ini cuma mitos yang terus diwariskan?

Secara medis, susu sapi murni memang diakui sebagai sumber nutrisi yang baik untuk menunjang pertumbuhan fisik. Dalam satu gelas susu sapi murni, ada beberapa kandungan gizi penting:

  • Kalsium: Sekitar 293 miligram. Fungsinya menjaga kepadatan dan kesehatan tulang.
  • Protein: Sekitar 8 gram. Protein ini berkontribusi langsung pada pertumbuhan dan perbaikan otot.
  • Nutrisi Makro Lain: Kaya akan zink, vitamin A, dan vitamin D.

Ahli gizi dari St. Louis, Kim Yawitz, R.D., menjelaskan bahwa mitos ini tidak sepenuhnya salah. Ada batasan usia yang sangat penting. Kim Yawitz mengungkapkan bahwa ada bukti ilmiah yang menunjukkan minum susu dapat membantu meningkatkan kadar Insulin-like Growth Factor 1 (IGF-1). IGF-1 adalah hormon pertumbuhan yang ikut menentukan seberapa tinggi tubuh seseorang.

Secara teori, konsumsi susu pada masa remaja bisa membantu seseorang mencapai potensi tinggi badan maksimal yang diturunkan secara genetik. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi orang dewasa. Minum susu sebanyak apa pun ketika sudah dewasa tidak akan bisa menambah tinggi badan. Alasannya, lempeng pertumbuhan pada tulang biasanya sudah menutup.

Penelitian medis tentang hubungan antara konsumsi produk susu dengan tinggi badan manusia masih menunjukkan hasil yang bervariasi:

  1. Studi Longitudinal 2018: Riset yang mengamati partisipan sejak lahir hingga usia 17 tahun menemukan adanya sedikit penambahan tinggi badan. Sekitar 0,39 sentimeter untuk setiap tambahan konsumsi 8 ons susu per hari. Namun, mayoritas partisipan studi ini berasal dari keluarga berpendidikan dan berpenghasilan menengah.
  2. Tinjauan Sistematis 2019: Menunjukkan bahwa menambahkan produk olahan susu ke dalam menu makanan harian hanya berkontribusi pada peningkatan kandungan mineral tulang anak. Tidak ada korelasi langsung terhadap penambahan tinggi badan.
  3. Studi Jurnal Nature 2020: Menyimpulkan bahwa konsumsi susu berkorelasi dengan perbaikan indikator berat badan dan tinggi badan anak sesuai umur (height-for-age). Susu juga mampu menekan risiko stunting. Meski begitu, efek ini sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatan keluarga dan lokasi geografis tempat tinggal.

Ahli gizi Kelly Jones, M.S., R.D., menambahkan bahwa hasil positif pada tinggi badan anak-anak bisa jadi dipengaruhi oleh kualitas keseluruhan pola makan mereka yang sudah baik. Selain itu, anak-anak yang rutin minum susu cenderung mengurangi konsumsi minuman manis (soft drinks). Minuman manis diketahui dapat merusak kesehatan tulang.

Singkatnya, susu memang punya peran dalam pertumbuhan, tapi efeknya terbatas pada masa kanak-kanak dan remaja. Faktor genetik, pendapatan keluarga, dan pola makan secara keseluruhan juga ikut menentukan. Untuk orang dewasa, tinggi badan sudah tidak bisa diubah lagi.

susutinggi badanpertumbuhankalsiumproteinIGF-1mitosnutrisi

Komentar

Memuat komentar...