IHSG Terjun 3,26% Hari Senin, Bank BCA dan Mandiri Turun

Lia N. · 2 min baca · 1 jam lalu · 29 dibaca
Bisik.id
IHSG Terjun 3,26% Hari Senin, Bank BCA dan Mandiri Turun

Gambar atau konten salah?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sejak dibuka pada Senin, 08 Juni 2026. Pada pukul 09.05 WIB, indeks melemah 182,44 poin atau 3,26 %, menempati level 5.412,32. Pembukaan indeks berada di 5.486,11, dan kemudian bergerak antara 5.370,32 dan 5.490,11.

Pergerakan turun ini memengaruhi saham bank besar. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengendap hingga 4 % dan berakhir di Rp 4.800 per saham. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turun 1,33 % menjadi Rp 4.440, selisih Rp 70 dari harga sebelumnya Rp 4.510. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) juga terdepresiasi 0,80 % ke Rp 3.740, meski sempat menguat di Rp 3.800 saat pembukaan.

Menurut laporan, penurunan 4 % pada pagi hari terjadi dalam waktu sekitar 10 menit. Selama periode itu, banyak pelaku pasar menjual saham secara besar-besaran, menandakan kepanikan yang menimbulkan pelemahan lebih lanjut.

Faktor utama di balik penurunan ini adalah eskalasi geopolitik yang berkelanjutan. Selain itu, spekulasi mengenai kondisi ekonomi Indonesia yang memburuk memicu investor asing untuk menjual saham. Hal ini menambah tekanan pada IHSG.

Isu “sell Indonesia” juga turut menambah ketidakpastian. Isu ini merujuk pada rencana penjualan saham oleh investor luar negeri setelah membaca sentimen ekonomi yang menurun. Pemerintah menanggapi dengan menekankan pentingnya pemahaman situasi pasar.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa investor harus melihat secara gamblang situasi yang sedang terjadi di lapangan. Ia mengajak investor untuk memeriksa data ekonomi Indonesia secara mendalam sebelum memutuskan menarik investasi. “Yang bisa saya katakan sekarang adalah fiskal bagus, ekonomi bagus, kepemimpinan bapak presiden masih cukup kuat untuk memastikan semua berjalan sesuai dengan strategi pembangunan presiden,” kata Purbaya, dikutip pada 06 Juni 2026.

Di sisi lain, berita daerah menyoroti kasus kriminal di Kota Semarang. Seorang mahasiswa bernama IM, berusia 23 tahun, terlibat dalam aksi penggasakan setidaknya 40 motor melalui modus sewa. Ia menipu korban dengan harga sewa tinggi, lalu menggadaikan motor tersebut. Kasus ini terungkap setelah korban melaporkan ke polisi.

Peristiwa ini menambah kompleksitas situasi pasar, karena ketidakpastian sosial dapat memengaruhi persepsi investor terhadap risiko di Indonesia. Meski demikian, data ekonomi nasional masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil, menandakan bahwa penurunan IHSG lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal dan sentimen pasar.

IHSGPenurunan IHSGGeopolitikInvestor AsingSell IndonesiaKasus Kriminal SemarangRisiko Sosial

Komentar

Memuat komentar...