IHSG Terus Terpuruk, Jatuh ke Level 5.863
Gambar atau konten salah?
Jakarta — Tekanan jual masih mendominasi perdagangan saham di bursa pada Kamis, 15 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah, melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung sejak sesi pembukaan.
Berdasarkan data perdagangan RTI, IHSG ditutup melemah 1,33% atau turun 79,24 poin ke level 5.863,78. Angka ini makin menjauhkan indeks dari level psikologis 6.000 yang sempat menjadi target pasar.
Sejak awal sesi, indeks langsung dibuka di zona merah pada level 5.917,13. Tekanan jual terus berlanjut sepanjang hari, membawa IHSG menyentuh level terendahnya di 5.804,21 sebelum akhirnya mengalami sedikit perbaikan menjelang penutupan.
Kondisi pasar hari ini tidak berpihak pada investor. Sebanyak 567 saham tercatat memerah, sementara hanya 108 saham yang berhasil menguat. Adapun 120 saham lainnya stagnan atau tidak bergerak.
Aktivitas perdagangan tetap ramai. Volume transaksi mencapai 35,2 miliar saham dengan nilai perputaran uang Rp 13,52 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.691.580 kali sepanjang sesi berjalan.
Pelemahan ini bukan hal baru. Secara year-to-date, IHSG sudah terkoreksi 32,19% sejak awal tahun. Sementara jika dihitung secara tahunan atau year-on-year, indeks melemah 26,31%.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa tekanan di pasar modal masih berlanjut. Koreksi yang terjadi bukan hanya soal pergerakan harian, melainkan tren yang sudah berlangsung cukup lama. Investor tampaknya masih belum menemukan katalis positif yang cukup kuat untuk mendorong indeks kembali ke level yang lebih tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
IHSG Jeblok ke Bawah 6.000, Anjlok 31,91% Sepanjang 2026
Dolar AS Dekati Rp 18.000, Rupiah Melemah 0,31%
JAWA Terima Sanksi Karhutla, Manajemen Pastikan Produksi Tetap Normal
Berita Terbaru
Subsidi Elpiji Tembus Rp100 Triliun Akibat ICP Naik
Pertamina Minta Warga Tak Timbun BBM Bersubsidi di Bali
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Bali, SPBU 24 Jam
BEI Tetapkan 19 Saham Baru dalam Kategori HSC
MSCI Putuskan Tinjauan Indeks November 2026, Indonesia Masih Emerging Market
IHSG Menguat 0,29% ke 5.943, BBCA Topang Kenaikan
