IHSG Turun 3,62%, Rupiah Menguat 0,45% di Jakarta

Wati N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
IHSG Turun 3,62%, Rupiah Menguat 0,45% di Jakarta

Gambar atau konten salah?

Pasar keuangan di Jakarta melemah sejak perdagangan pagi hari Senin, 18 Mei 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 3,62% menjadi 6.478,61, sementara rupiah menekan dolar AS, menguat 0,45% ke 17.677 per dolar.

IHSG sempat jatuh lebih dari 4% ke 6.398,78 sebelum memotong koreksinya. Penurunan ini dipicu oleh beberapa faktor. Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebut indeks tertekan oleh pengumuman MSCI yang menandai 18 saham Indonesia dan rencana FTSE Russell menindak saham kategori high shareholding concentration (HSC).

Menurut Herditya, “Tidak hanya MSCI dan FTSE saja yang mempengaruhi IHSG hari ini, namun dari sisi pasar global dan regional Asia juga turut menekan pergerakan indeks.” Pergerakan bursa saham Asia mayoritas mengalami koreksi hari ini, menambah tekanan pada IHSG.

Selain itu, konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memanas, mendorong harga minyak mentah global naik. Herditya menambahkan bahwa harga minyak kini berada di atas US$ 100 per barel. Kenaikan harga minyak ini menambah kekhawatiran investor di pasar modal domestik.

Di dalam negeri, nilai tukar rupiah yang menembus Rp 17.676 per dolar AS juga memberi tekanan. Kombinasi sentimen global, regional, dan domestik memicu ketidakpastian di kalangan investor. Hingga penutupan sesi I hari ini, 682 saham turun, 84 saham naik, dan 52 saham tetap stagnan.

Rupiah juga terpengaruh. Hingga saat ini, mata uang Paman Sam menguat 0,45% ke 17.677. Data Bloomberg menunjukkan dolar AS diperkirakan berada di kisaran Rp 17.627 hingga Rp 17.682 sepanjang hari. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa kekhawatiran investor dimulai sejak Jumat, 15 Mei 2026.

Lukman mengatakan, “Dolar AS menguat di tengah aksi jual bersih dilakukan investor di seluruh pasar keuangan. Tidak hanya saham, aksi jual ini terjadi pada instrumen investasi seperti obligasi hingga kripto.” Ia menambahkan, “Rupiah kembali melemah merespon sentimen risk off global pada hari Jumat, dolar AS menguat cukup besar di tengah sell off semua asset termasuk obligasi, saham, crypto.”

Investor juga kecewa dengan hasil pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump. Kekecewaan tersebut muncul karena pertemuan tidak membahas solusi perang AS-Iran di Timur Tengah. Lukman menutup, “Kekecewaan investor pada hasil pertemuan Xi dan Trump yang tidak banyak membahas atau memberikan solusi terhadap perang AS-Iran. Hal ini juga membuat harga minyak mentah dunia kembali naik.”

Secara keseluruhan, IHSG telah melemah 5,97% sepanjang tahun 2026 dibandingkan dengan level Rp 16.680 pada 1 Januari 2026. Rupiah juga melemah 5,97% dari level tersebut. Penurunan ini mencerminkan ketidakpastian global, konflik geopolitik, dan ketidakpuasan investor terhadap kebijakan luar negeri.

Pergerakan pasar ini menandai perlunya pemantauan terus menerus terhadap faktor eksternal dan domestik yang mempengaruhi nilai tukar dan indeks saham. Investor diharapkan tetap waspada terhadap perubahan sentimen global, peristiwa geopolitik, dan keputusan kebijakan pemerintah yang dapat memengaruhi pasar keuangan.

IHSGrupiahMSCIharga minyakkonflik AS-Iranpertemuan Xi-Trumpkekhawatiran investor

Komentar

Memuat komentar...