IMF Proyeksi Pendapatan per Kapita Vietnam Salip Indonesia 2026
Gambar atau konten salah?
Vietnam diprediksi akan mengalahkan Indonesia dalam hal pendapatan per kapita pada tahun 2026. Proyeksi ini datang dari Dana Moneter Internasional (IMF).
Berdasarkan perhitungan IMF, produk domestik bruto (PDB) per kapita Vietnam diperkirakan naik 8,9% menjadi US$ 5.259 pada 2026. Angka ini lebih tinggi dari proyeksi PDB per kapita Indonesia yang sebesar US$ 5.153.
Dalam satu dekade terakhir, PDB per kapita Vietnam hampir dua kali lipat. Dengan pencapaian ini, Vietnam akan berada di peringkat kelima di antara negara-negara ASEAN. Posisinya ada di bawah Singapura, Brunei, Malaysia, dan Thailand.
Ada beberapa faktor utama yang mendorong kenaikan ini. Pertumbuhan industri manufaktur yang pesat, investasi asing yang deras, dan lonjakan ekspor menjadi pendorong utama pendapatan per kapita Vietnam.
"Vietnam menjadi kontributor yang semakin penting bagi ekspansi manufaktur dan diversifikasi rantai pasok di Asia Tenggara," kata Ha Hoang Hop, Ketua Lembaga Think Tank VietKnow yang berbasis di Hanoi, dalam pernyataan yang dikutip dari SCMP pada Rabu, 04 November 2026.
Namun, ukuran PDB per kapita tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Inflasi dan pergerakan nilai tukar juga ikut bermain. Faktor-faktor ini bisa menghapus keunggulan tipis yang dimiliki Vietnam.
"Perubahan nilai tukar dapat membalikkan peringkat dalam nilai dolar nominal, sementara konvergensi yang berkelanjutan memerlukan produktivitas, keterampilan dan kapabilitas teknologi yang lebih kuat," jelas Ha.
Data pemerintah Vietnam yang dirilis bulan lalu menunjukkan, pada kuartal III-2026, PDB Vietnam tumbuh 9,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini adalah pertumbuhan tercepat sejak pandemi COVID-19.
Ekspor yang kuat dan investasi di sektor infrastruktur menjadi pendorong pertumbuhan antara Juli hingga September 2026. Angkanya mendekati target pertumbuhan dua digit yang diinginkan para pemimpin Vietnam.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada di kisaran 5%. Meskipun kalah dalam pendapatan per kapita, Indonesia tetap menjadi ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Proyeksi PDB nominal Indonesia tahun ini mencapai US$ 1,48 triliun. Bandingkan dengan Vietnam yang sebesar US$ 542 miliar.
Singkatnya, Vietnam memang unggul dalam kecepatan pertumbuhan pendapatan per orang. Tapi Indonesia masih jauh lebih besar secara keseluruhan. Perbandingan ini menunjukkan bahwa ukuran ekonomi dan kesejahteraan rata-rata penduduk adalah dua hal yang berbeda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Dibuka Melemah, Anjlok 1,57 Persen ke 4.827
BRI Buka Galeri E-Channel di JPM Dukuh Atas untuk Komuter
Kemenkeu Tolak Jadi Pemegang Saham BEI
Pandu Sjahrir Lepas Saham Supra Sekuritas Sejak Juni
OJK Paksa Pengembalian Dana Rp5 Miliar Kasus Manipulasi Saham
LPS: 14 BPR Tutup Akibat Tata Kelola Buruk
