INA Skills 2026 Ditutup, Fokus ke Pembinaan Talenta
Gambar atau konten salah?
Kementerian Ketenagakerjaan resmi menutup perhelatan Indonesia Skills Competition (INA Skills) 2026 pada Jumat, 30 Oktober 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta ini digelar sebagai upaya mengembangkan bakat sumber daya manusia Indonesia.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menyampaikan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang mencari yang terbaik. Menurutnya, acara ini harus menjadi pijakan untuk langkah yang lebih besar dalam membangun SDM Indonesia.
"Penutupan kompetisi ini bukan lah akhir dari pengembangan talenta kita, sebaliknya kegiatan ini harus menjadi titik awal bagi langkah yang lebih besar dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, produktif, dan berdaya saing tinggi," ujar Afriansyah saat penutupan INA Skills.
Afriansyah meminta hasil kompetisi ini tidak berhenti sebagai ajang unjuk kemampuan. Kemnaker akan mendorong identifikasi peserta yang berpotensi untuk ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang terarah, terstruktur, dan berkelanjutan.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Hasil INA Skills bisa menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi lembaga pelatihan, instruktur, juri, hingga industri.
"Kita perlu terus memperkuat kualitas materi pelatihan, metode pembelajaran, fasilitas praktik, serta sistem penilaian kompetensi tersebut," jelasnya.
Afriansyah mendorong perluasan kemitraan dengan dunia usaha dan industri. Hal ini penting agar pengembangan keterampilan semakin dekat dengan kebutuhan di lapangan.
Keberhasilan mencetak talenta berprestasi tidak hanya bergantung pada kemampuan peserta. Ada peran instruktur yang berdedikasi, lembaga pelatihan berkualitas, fasilitas yang memadai, dan ekosistem pembelajaran yang mendukung.
Afriansyah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan talenta nasional. Pemerintah telah menetapkan arah kebijakan dan memperkuat sistem pelatihan untuk mendorong pengembangan keterampilan.
"Pemerintah menyediakan arah kebijakan dan mendorong penguatan sistem pelatihan, lembaga pendidikan, dan pelatih mengembangkan kemampuan peserta. Dunia industri memberikan masukan mengenai kebutuhan keterampilan dan perkembangan teknologi. Sementara itu asosiasi, profesi, dan seluruh mitra untuk memperkuat standar, serta relevansi kompetensi yang kita miliki," pungkasnya.
INA Skills 2026 mengusung tema Pemuda Bersatu, Kompetensi Maju, Indonesia Mendunia. Agenda ini berlangsung sejak 26 hingga 30 Oktober 2026 di berbagai tempat untuk membangun ekosistem pelatihan vokasi yang berkualitas.
Ada lima bidang kompetisi yang dipertandingkan: Refrigeration and Air Conditioning, Industrial Automation, Hotel Reception, Mechanical Engineering CAD, dan Internet of Things.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker, Darmawansyah, menjelaskan INA Skills 2026 digelar untuk mendorong pemuda-pemudi Indonesia berkontribusi pada pembangunan nasional. Ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga untuk mengidentifikasi talenta SDM Indonesia dalam menghadapi persaingan kerja yang kompetitif.
"Tindak lanjut pasca-kompetisi ini, para peserta yang memiliki potensi akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pembinaan selanjutnya, yaitu kompetisi tingkat regional dan tingkat internasional," jelasnya.
Kompetisi ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memetakan bakat anak muda Indonesia. Peserta yang menunjukkan potensi akan dibina lebih lanjut, baik untuk kompetisi regional maupun internasional. Dengan melibatkan industri dan lembaga pelatihan, diharapkan keterampilan yang dimiliki peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIG Pertimbangkan Buyback Saham di Tengah Gejolak Pasar
IHSG Melemah Meski Investor Asing Beli Bersih Rp253 M
Lagarde Mundur dari ECB, Efektif Februari 2027
IHSG Tembus 5.000, Investor Masih Defensif
IHSG Jatuh ke 5.057, 523 Saham Melemah
Pendapatan PANI Naik 19%, Laba Melonjak 145% di Kuartal III 2026
