Inalum Mencatat Laba Bersih 15% Naik di 2025, EBITDA 60%

Yuli S. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Inalum Mencatat Laba Bersih 15% Naik di 2025, EBITDA 60%

Gambar atau konten salah?

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) mencatat pertumbuhan laba bersih sepanjang tahun 2025. Peningkatan tersebut sejalan dengan kinerja operasional perusahaan pada periode yang sama.

Direktur Utama Inalum, Melati Sarnita, menjelaskan bahwa laba bersih perusahaan mencapai US$ 142,8 juta atau sekitar Rp 2,42 triliun (kurs Rp 17.002) sepanjang 2025. Angka ini naik sekitar 15 % dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu US$ 123,7 juta atau Rp 2,1 triliun.

EBITDA perseroan tercatat mencapai US$ 208,8 juta sepanjang tahun 2025. Nilai tersebut meningkat sekitar 60 % dari US$ 130,2 juta pada 2024 dan US$ 58,9 juta pada 2023.

Untuk net income sendiri alhamdulillah dibandingkan di 2023, net income kita hanya US$ 57 juta, di 2024 itu naik ke US$ 123,7 juta. Kemudian di 2025 alhamdulillah kita bisa naik 15% menjadi US$ 142,8 juta,” kata Melati dalam rapat bersama Komisi VI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin 31 Maret 2026.

Dari sisi pendapatan, Inalum membukukan revenue sebesar US$ 785,7 juta atau sekitar Rp 13,36 triliun pada 2025. Angka tersebut naik sekitar 10 % dibandingkan 2024 sebesar US$ 716,9 juta atau Rp 12,19 triliun.

Melati tidak menutup kemungkinan adanya peningkatan total biaya perusahaan yang naik menjadi US$ 616,1 juta pada 2025 dari US$ 575,4 juta di tahun sebelumnya. “Peningkatan revenue ini juga meningkatkan total cost kita, jadi cost kita di 2024 itu naik di 8% dibandingkan 2023. Kemudian di 2025 naik 7%, ini karena adanya peningkatan penambahan produksi,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, beberapa rasio profitabilitas Inalum juga mengalami perbaikan. Net profit margin meningkat menjadi 18,2 % pada 2025 dari 17,3 % pada 2024 dan 10,5 % pada 2023. Sementara return on assets (ROA) naik menjadi 6,0 %, serta return on equity (ROE) meningkat menjadi 7,0 % pada 2025.

Untuk kinerja produksi, Inalum mencatat pertumbuhan sebesar 2 % sepanjang 2025 menjadi 280.082 ton aluminium. Penjualan naik tipis sebesar 1 % menjadi 280.141 ton aluminium. “Di tahun 2025 sendiri kami berhasil naik 2% di atas kapasitas terpasang di 280 ton. Ini merupakan pencapaian tertinggi Inalum dalam 50 tahun Inalum berkarya di Indonesia,” pungkasnya.

Performa keuangan dan operasional Inalum pada 2025 menunjukkan tren positif, meski biaya produksi juga meningkat. Peningkatan laba bersih dan margin profitabilitas menandakan efisiensi yang lebih baik, sementara produksi yang lebih tinggi menandakan kapasitas yang semakin optimal. Dalam konteks industri aluminium Indonesia, hasil ini menempatkan Inalum sebagai pemain yang stabil dan berpotensi tumbuh lebih lanjut.

Inalumlaba bersihEBITDAnet profit marginproduksi aluminiumrevenuebiaya produksi

Komentar

Memuat komentar...