Kapal Pertamina Gamsunoro & Pride Tergantung di Teluk Arab
Gambar atau konten salah?
Selat Hormuz adalah jalur penting bagi distribusi energi dunia. Penutupan strait akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran mengganggu arus minyak global. Dua kapal tanker Pertamina, Gamsunoro dan Pride, terjebak di Teluk Arab. Kapal‑kapal ini menempuh rute menuju pasar internasional, namun kini terhenti.
"Saat ini kapal masih berada di kawasan Teluk Arab. Pertamina tetap mengedepankan keselamatan kru dan operasional kapal," ujar Baron saat dihubungi detikcom, Jumat (19/6/2026).
Baron menjelaskan posisi kedua kapal masih di Teluk Arab dan belum dapat bergerak melalui Selat Hormuz. Fokus Pertamina adalah keselamatan kru. Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah dan otoritas setempat untuk memastikan keamanan dan kesiapan operasional.
"Pertamina melalui Pertamina International Shipping terus melakukan pemantauan dan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI dan otoritas setempat untuk memastikan keamanan dan kesiapan operasional perjalanan kapal tanker bila jalur telah terbuka," ujar Baron.
Pertamina terus mengkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri, KBRI, dan otoritas setempat. Mereka memantau situasi secara real‑time dan menyiapkan rencana darurat jika diperlukan. Koordinasi melibatkan perwakilan dari kementerian dan lembaga maritim.
Setelah AS dan Iran sepakat damai, jalur diharapkan dibuka. Pertamina menilai pembukaan jalur akan memulihkan arus pelayaran internasional dan menstabilkan harga energi.
Selat Hormuz merupakan jalur distribusi energi strategis dunia. Pembukaan jalur akan mendukung stabilitas kawasan dan kelancaran pelayaran internasional.
Situasi ini menegaskan betapa pentingnya jalur pelayaran internasional bagi distribusi energi global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
