Pedagang Daging Sapi Magelang Mogok, Pasar Sepi Sejak 18 Juni
Gambar atau konten salah?
Magelang masih menjadi pusat perhatian karena pedagang daging sapi di pasar utama kota tersebut memutuskan untuk mogok berjualan pada akhir pekan ini.
Di Pasar Rejowinangun, deretan los daging sapi tampak sepi pada pagi hari, tidak ada aktivitas jual beli yang biasanya mengisi ruang tersebut. Los daging sapi berada di lantai dua, tepat di depan area parkir sepeda motor, sehingga pengunjung yang memarkir dapat langsung melihat kondisi los tersebut.
Keheningan ini mulai terlihat sejak 18 Juni, ketika pedagang memutuskan untuk menutup toko. Los daging sapi kini kosong, hanya tersisa telenan kayu yang tergeletak di kios, menandakan ketidakaktifan pedagang.
Pedagang berencana menggelar aksi di DPRD Kota Magelang pada pukul 14.00 WIB. “Kami hari ini sekitar jam 14.00 WIB ke DPRD Kota Magelang. Iya (masih rangkaian libur berjualan),” kata Ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi Pasar Rejowinangun, Maryati, saat dihubungi.
Maryati menjelaskan bahwa libur berjualan disebabkan oleh kelangkaan daging sapi dan harga daging yang melambung. Ia mencontohkan, harga karkas sapi dalam kondisi normal hanya Rp 90 ribu, namun tahun ini tinggi sekali, sekarang karkas Rp 112 ribu sampai Rp 115 ribu.
Walaupun pedagang daging sapi mogok, pedagang daging kambing di pasar tetap beroperasi. “Nggak ada pengaruh (mogok pedagang daging sapi). Kami hari ini potong dua ekor kambing,” ujar pedagang daging kambing, Iis, berusia 45 tahun.
Iis menyebut harga daging kambing saat ini Rp 35 ribu per kilogram, sedangkan kepala kambing dijual Rp 75 ribu per kilo yang biasanya dibeli konsumen rumah tangga.
Kelangkaan daging sapi juga berdampak pada pedagang makanan, seperti penjual soto. Mereka mengaku libur jualan sejak hari ini sampai 21 Juni karena tidak ada daging sapi. “Untuk tiga hari ke depan libur, memang nggak ada daging. Jumat sampai Minggu libur,” kata Saryati, generasi ketiga penjual soto Mbah Kromo.
Ia menambahkan, “Nggak ada daging. Kemarin kan mbaknya (penjual daging) sudah menyampaikan karena tidak ada daging. Libur sampai hari Minggu, Senin baru mulai (jualan soto).”
Menurut Agus Dwi Windarto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang, kelangkaan sapi tidak terlepas dari imbas nilai tukar dollar. “Ini juga imbas dari nilai tukar dollar kita yang tinggi, satu rupiah sampai Rp 17.800-an. Lha itu juga berimbas terhadap sapi-sapi impor BX untuk menyuplai bisa menstabilkan harga juga mengalami kenaikan juga,” ujarnya.
Agus menegaskan bahwa kegiatan impor sapi turut terdampak. Ia menyarankan masyarakat untuk sementara waktu mengisi kebutuhan protein dengan sumber lain, seperti daging kambing, ikan, ayam, dan sebagainya.
Sejalan dengan itu, Dono Herianto, Kepala Bidang Pasar di Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM), menambahkan bahwa konsumen rumah tangga dapat mengalihkan sumber protein dari nabati, susu, telur, dan ayam. Ia juga menekankan bahwa kebutuhan daging untuk instansi besar biasanya sudah disusun kontrak dengan produsen sendiri.
Dengan situasi ini, pedagang di Magelang harus menyesuaikan strategi bisnis mereka. Pedagang daging sapi tetap menunggu pasokan, sementara pedagang kambing dan soto melanjutkan operasional dengan penyesuaian harga dan sumber bahan baku.
Situasi ini menyoroti ketergantungan pasar lokal pada pasokan daging sapi, serta dampak fluktuasi nilai tukar dollar terhadap harga impor. Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pola konsumsi protein sesuai ketersediaan dan harga pasar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wali Kota Solo Tinggalkan Mobil Dinas di Pembangunan Gereja
Pria Pakai Kebaya di Kirab 1 Suro Be 1960, Gagalkan Izin
BMKG Prediksi Hujan Ringan di Jawa Tengah, Berawan Semarang
Pedagang Daging Sapi Magelang Mogok, Harga Naik Tolak
Didit Prabowo Kunjungi Jokowi di Solo: 30 Menit Istimewa
Kebakaran Toko Bunga di Semarang, Tidak Ada Korban Jiwa
Berita Terbaru
BMKG Klarifikasi Sesar Kendeng: Risiko Gempa di Jawa Timur
Berbagai Restoran Ampera Raya Jadi Destinasi Kuliner
USA vs Australia di Lumen Field, Piala Dunia 2026 Sabtu
UNAIR Raih Peringkat 276 Global, Puncak Ketiga di Indonesia
QS 2027: 20 Universitas Indonesia Masuk Global, 6 Turun
MotoGP Ceko 2026: Jadwal, Poin, Harapan Veda di Brno Seru
Lenovo hadirkan Football AI Pro untuk Piala Dunia 2026
OJK Tanggapi Penurunan MSCI: Info Flow & FX Liberalization
