Indonesia Hanya Punya 19 Kantor Dagang, Korsel 130
Gambar atau konten salah?
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa jumlah kantor perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, yang dikenal dengan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), masih sangat sedikit dibandingkan negara lain. Saat ini, Indonesia hanya memiliki 19 unit ITPC.
Dalam acara Rapimnas Kadin di Jakarta Pusat pada Jumat, 30 Oktober 2026, Budi memaparkan perbandingan jumlah kantor perwakilan dagang milik negara lain. Amerika Serikat memiliki 70 kantor, Australia 61 kantor, dan Malaysia 49 kantor. Jepang memiliki 76 kantor, sementara Korea Selatan memimpin dengan total 130 kantor perwakilan dagang di berbagai negara.
"Nah ini kalau kita lihat ITPC kita itu jumlahnya cuman 19. Sementara kalau kita lihat misalnya Amerika mempunyai 70, Australia 61, Malaysia 49, Jepang 76, kemudian Korea Selatan 130," ujarnya.
Budi menjelaskan bahwa fungsi utama ITPC adalah menjadi perpanjangan tangan bagi pelaku usaha nasional. Tugasnya memburu pembeli dan memasarkan produk lokal agar bisa menembus pasar internasional.
Salah satu contoh nyata, ITPC menjembatani business matching di berbagai negara sebelum ajang Trade Expo Indonesia (TEI). Pemerintah menghubungkan para eksportir nasional dengan pembeli atau buyer internasional. Karena itu, Budi menilai penting untuk menambah jumlah kantor perwakilan dagang di luar negeri.
"Nah ini negara-negara yang lain ini tugasnya sama dengan ITPC. Tugasnya adalah mencarikan pasar buat produk-produk kita untuk masuk ke negara lain. Nah ini kami minta dukungan juga dari Kadin dan tentu dari Komisi VI mudah-mudahan kita bisa memperbanyak jumlah ITPC kita dengan harapan kita semakin mudah untuk mencari pasar di luar negeri," katanya.
Dengan hanya 19 ITPC, Indonesia tertinggal jauh dari Korea Selatan yang memiliki 130 kantor. Perbedaan jumlah ini menunjukkan bahwa upaya memperluas akses pasar bagi produk dalam negeri masih perlu ditingkatkan secara signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIG Pertimbangkan Buyback Saham di Tengah Gejolak Pasar
IHSG Melemah Meski Investor Asing Beli Bersih Rp253 M
Lagarde Mundur dari ECB, Efektif Februari 2027
IHSG Tembus 5.000, Investor Masih Defensif
IHSG Jatuh ke 5.057, 523 Saham Melemah
Pendapatan PANI Naik 19%, Laba Melonjak 145% di Kuartal III 2026
