Indonesia Pertahankan Defisit di Bawah 3% PDB, 5,11% 2025

Iwan D. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Indonesia Pertahankan Defisit di Bawah 3% PDB, 5,11% 2025

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Banyak negara di dunia yang mulai melonggarkan batas defisit fiskal namun tetap mencatat pertumbuhan rendah, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) masih menegakkan target defisit anggaran di bawah 3% Produk Domestik Bruto (PDB).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan bahwa target tersebut didorong oleh kombinasi disiplin fiskal yang ketat dan pertumbuhan ekonomi yang kuat. “Target defisit ini dilakukan dengan kombinasi dari disiplin fiskal yang ketat dan pertumbuhan ekonomi yang kuat menjadi bukti nyata ketahanan arsitektur APBN Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian global,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa resiliensi anggaran negara dicapai melalui penerapan adaptive budget policy (kebijakan anggaran yang adaptif). Suahasil juga memaparkan kisah pengelolaan fiskal pada APBN 2025 sebagai contoh kelenturan instrumen keuangan negara.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kemenkeu melakukan pemotongan anggaran hingga hampir 9% di seluruh lini birokrasi. Langkah penataan ulang ini berhasil menyelamatkan anggaran hingga hampir Rp 170 triliun tanpa mengganggu jalannya operasional pemerintahan.

Hasilnya, Indonesia tetap tumbuh kuat dengan tingkat pertumbuhan 5,11% pada tahun 2025. Ke depan, Wamenkeu Suahasil menyatakan bahwa Kemenkeu akan terus mengawal target defisit anggaran secara prudensial di bawah 3% PDB. Untuk tahun 2026, defisit berjalan dikelola di kisaran 2%, sementara APBN 2027 dirancang antara 1,8% hingga 2,4% sesuai arahan Presiden kepada DPR.

“Anda bisa melihat banyak negara lain di luar sana, mereka tidak lagi mematuhi defisit fiskal di bawah 3%, namun mereka mendapatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Jadi saya sangat berharap kombinasi ini menunjukkan kekuatan Indonesia,” mengutip Suahasil dalam keterangan tertulis Kemenkeu, Sabtu (30 Mei 2026).

Untuk mendorong target pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan pemerintah, Kemenkeu mengarahkan kapasitas fiskal guna mendukung peningkatan produktivitas, khususnya pada sektor infrastruktur dan penguatan kualitas SDM.

“Kemenkeu menegaskan transformasi peran APBN yang kini akan difokuskan secara spesifik pada penyediaan layanan publik dan perlindungan sosial, sementara aspek investasi publik strategis akan dikelola melalui Danantara,” pungkasnya.

Dalam konteks global, Indonesia tetap menjaga ketatnya kebijakan fiskal sambil memanfaatkan fleksibilitas anggaran untuk mendukung pertumbuhan. Pendekatan ini menegaskan komitmen negara dalam menjaga stabilitas ekonomi meski menghadapi ketidakpastian dunia.

Defisit fiskalDisiplin fiskal ketatPertumbuhan ekonomiAPBN 2025Adaptive budget policyInfrastrukturLayanan publik

Komentar

Memuat komentar...