Prabowo Beri Sebulan Perbaiki Data MBG
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto memberi waktu satu bulan kepada Badan Gizi Nasional untuk memperbaiki pengelolaan program makan bergizi gratis. Fokus utamanya adalah data penerima manfaat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Agustina Arumsari, menyampaikan bahwa Presiden meminta pihaknya memeriksa ulang data penerima manfaat yang selama ini dipakai. Evaluasi ini penting agar target program bisa tercapai dengan tepat sasaran.
"Bapak Presiden memberikan waktu sebulan kepada kami untuk mempertajam lagi, misalnya soal penerima manfaat supaya indikator programnya tercapai. Kami diminta waktu sebulan untuk meneliti kembali 63 juta sekian itu secara data, benar apa tidak," kata Arumsari dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi IX di Gedung DPR, Jakarta Pusat, pada Jumat, 17 Juli 2026.
Arumsari menjelaskan, saat ini pihaknya fokus memastikan keabsahan data 63 juta penerima manfaat sesuai arahan terbaru Presiden. Meskipun angka 82,9 juta penerima MBG selama ini menjadi patokan, Prabowo ingin data 63 juta tersebut dipastikan terlebih dahulu.
"Tapi sementara memang Bapak Presiden kemarin mengatakan sudah itu dulu, yang 63 juta itu dipastikan dulu saja. Itu PR-nya kepada kami," tambah Arumsari.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional lainnya, Trenggono, menambahkan bahwa tenggat waktu 30 hari tersebut dihitung sejak rapat terbatas yang berlangsung pada Rabu, 15 Juli 2026.
"Mulai kemarin pada saat ratas hari Rabu, tanggal 15. Sampai bulan Agustus," ujarnya saat ditemui usai rapat.
Trenggono juga mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk membentuk tim guna mempercepat proses pembenahan.
"Tapi yang jelas, sudah kami juga sudah mendapat arahan dari Pak Menko Pangan, kita juga membuat tim nanti. Kalau perlu kurang dari waktu itu kita segera bergerak cepat," tambahnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang mengakui tidak mengejar target penerima program Makan Bergizi Gratis sebanyak 82 juta penerima tahun ini. Hal ini sudah disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Nanik, kini pihaknya mengalihkan fokus untuk memperbaiki kualitas MBG daripada mengejar target kuantitas penerima.
"Kemarin kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini, 'mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas.' Kami akan perbaiki kualitas, sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta," ujar Nanik dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 Juni 2026.
Program MBG ini menghadapi tantangan dalam hal validasi data penerima. Pemerintah memilih untuk memastikan data yang akurat terlebih dahulu sebelum memperluas jangkauan program. Langkah ini menunjukkan prioritas pada ketepatan sasaran dibandingkan jumlah penerima yang besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Kaji Hentikan MBG untuk Keluarga Mampu
DPR Apresiasi Kontribusi Freeport ke Negara dan Papua
BGN Kritik Aturan MBG Era Sebelumnya: Lele Marinasi Saat Libur
Prabowo Yakin Indonesia Jadi Ekonomi Ke-4 Dunia 2050
Pelatihan Manajer Koperasi Desa Merah Putih Dimulai
Indonesia Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Global WAICO