Menteri PPPA Kunjungi Nasabah PNM Mekaar di Bandung

Hari W. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Menteri PPPA Kunjungi Nasabah PNM Mekaar di Bandung

Gambar atau konten salah?

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyempatkan diri mengunjungi nasabah binaan program PNM Mekaar di Bandung. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Mereka ingin melihat langsung bagaimana perempuan dari keluarga prasejahtera bisa membangun usaha yang berdampak luas.

Di lokasi, mereka mendatangi usaha milik Ibu Ema. Nasabah PNM Mekaar ini berhasil mengembangkan model bisnis berbasis ekonomi sirkular. Semuanya berawal dari sampah. Baik organik maupun anorganik, semuanya diolah. Ema membangun ekosistem yang saling terhubung. Mulai dari budidaya maggot yang berfungsi mengolah limbah. Maggot itu kemudian dipakai sebagai pakan lele dan ayam. Hasilnya? Rantai usaha yang berkelanjutan.

Arifah memberikan apresiasi. Menurutnya, inovasi Ema adalah contoh nyata bahwa perempuan bisa menjadi agen perubahan. Bukan hanya untuk keluarga, tapi juga lingkungan sekitar.

"Ibu-ibu bisa mencontoh usaha seperti Ibu Ema ini, karena memanfaatkan sampah di lingkungan sekitar, mulai dari organik dan anorganik, kemudian mengolahnya menjadi sebuah ekosistem. Ini merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan lingkungan kita sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi keluarga," ujar Arifah dalam keterangannya, Jumat (17 Juli 2026).

Bagi Arifah, kisah Ema menunjukkan satu hal. Pemberdayaan perempuan tidak melulu soal kenaikan pendapatan. Lebih dari itu, ia bisa memicu inovasi yang berdampak sosial dan lingkungan secara bersamaan.

Amalia pun sependapat. Ia menilai usaha Ema memiliki rantai nilai yang lengkap. Dari hulu hingga hilir, semuanya terintegrasi.

"Ini merupakan contoh usaha yang luar biasa, yang merupakan usaha dari hulu sampai hilir, dari mulai maggot sampai lele dan ayam," ujarnya.

Harapannya, praktik baik seperti ini bisa tumbuh di berbagai daerah. Ini menjadi gambaran nyata tentang ketangguhan perempuan Indonesia dalam membangun ekonomi keluarga sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Keberhasilan Ema tidak lepas dari pendampingan PNM. Para nasabah tidak cuma mendapat akses pembiayaan. Mereka juga rutin mengikuti Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM), pelatihan usaha, dan penguatan kapasitas. Semua itu dirancang agar mereka bisa mengembangkan usaha secara mandiri.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan bahwa keberhasilan nasabah lahir dari semangat belajar. Semangat itu terus dipupuk melalui proses pendampingan yang berkelanjutan.

"Semoga ibu-ibu bisa lebih rajin mengikuti pertemuan kelompok dan seluruh pendampingan dari PNM, supaya usahanya makin besar," ujarnya.

Apresiasi dari Arifah dan Amalia menjadi penguat. Pemberdayaan perempuan membutuhkan ekosistem yang membuka akses, meningkatkan kapasitas, dan menumbuhkan kepercayaan diri. Melalui PNM Mekaar, jutaan perempuan prasejahtera didorong untuk membangun usaha yang lebih mandiri, berdaya saing, dan berdampak positif bagi keluarga serta lingkungan.

Kisah Ema di Bandung hanyalah satu dari sekian banyak contoh. Ia membuktikan bahwa dengan pendampingan yang tepat, perempuan bisa mengubah limbah menjadi berkah. Bukan hanya untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk komunitas di sekitarnya.

pemberdayaan perempuanekonomi sirkularPNM Mekaarpengelolaan sampahusaha berkelanjutanpendampingan usahaagen perubahan

Komentar

Memuat komentar...