Sejumlah Menteri Prabowo Ambruk Masuk RS
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah menteri dan kepala lembaga di Kabinet Merah Putih harus dirawat di rumah sakit karena kelelahan. Hal ini terjadi di tengah keseriusan pemerintah dalam mengejar berbagai target pembangunan nasional.
"Saya bangga hari ini, dan saya bangga beberapa minggu-minggu ini saya melihat kerja keras semua unsur, Menteri-menteri, Panglima, Kapolri, semua unsur bekerja dengan gesit. Tidak istirahat. Banyak pejabat tinggi negara, menteri-menteri, kepala badan, terus terang saja, yang ambruk masuk rumah sakit karena kerja keras," kata Prabowo dalam acara Panen Raya Serentak di seluruh Indonesia bersama TNI, yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 17 Juli 2026.
Pemerintah, menurut Prabowo, sadar bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang hidup dalam kondisi yang belum layak. Ia menilai kondisi ini tidak seharusnya terjadi, mengingat Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah.
"Kita mengejar sasaran-sasaran. Kita sadar bahwa rakyat sudah terlalu lama mengalami kehidupan yang tidak selayaknya dialami oleh negara besar dan kaya seperti kita," ujar Prabowo.
Presiden menegaskan bahwa pemerintahannya bertekad mencapai target-target pembangunan dalam waktu sesingkat mungkin. Ia menekankan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi bangsa yang berjalan santai. Negara ini, kata Prabowo, harus membuktikan kepada dunia bahwa mampu bangkit dengan kekuatannya sendiri.
"Pemerintah yang saya pimpin bertekad untuk berbuat yang terbaik, untuk menggapai sasaran yang tertinggi dalam waktu secepat-cepatnya. Kita tidak mau menjadi bangsa yang santai. Kita akan buktikan kepada dunia bahwa bangsa Indonesia sedang bangkit dengan kekuatan kita sendiri," tutup Prabowo.
Pernyataan ini muncul di tengah berbagai program pemerintah yang berjalan cepat, termasuk di sektor pangan dan ketahanan nasional. Prabowo menyebut kerja keras para pejabat negara sebagai bukti keseriusan dalam mengejar ketertinggalan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Namun, ia juga mengakui bahwa ada konsekuensi fisik yang harus ditanggung oleh para pejabat yang bekerja tanpa henti.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait