Indonesia Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Stabilitas Energi

Vera T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Indonesia Sambut Pembukaan Selat Hormuz, Stabilitas Energi

Gambar atau konten salah?

Jakarta – Pemerintah Indonesia menanggapi dengan antusias pengumuman Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk pelayaran komersial internasional. Langkah ini dianggap sebagai sinyal positif bagi stabilitas pasokan energi di dunia, termasuk bagi Indonesia.

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dwi Anggia, menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz tidak hanya memberi dampak baik bagi kondisi energi global, tetapi juga memperkuat ketahanan energi nasional. Ia berkata, “Pembukaan kembali Selat Hormuz merupakan perkembangan yang sangat positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia. Ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik,” pada keterangan tertulis yang dikeluarkan pada 17 April 2026.

Di awalnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario antisipasi bila terjadi gangguan pasokan global akibat penutupan Selat Hormuz. Salah satu langkah tersebut adalah penguatan stok nasional dan diversifikasi sumber energi. Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur utama distribusi energi dunia, sehingga gangguan di sana dapat memengaruhi kelancaran rantai pasok minyak dan gas.

Reaksi pasar global menunjukkan penurunan harga minyak yang signifikan, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan. “Pemerintah memastikan bahwa ketahanan energi nasional tetap terjaga selama periode ketidakpastian kemarin. Dengan dibukanya kembali Selat Hormuz, tekanan terhadap rantai pasok global mulai mereda, termasuk terhadap pergerakan harga minyak dunia yang menunjukkan tren penurunan,” tambah Anggia.

Di sisi lain, kapal milik PT Pertamina (Persero) yang sebelumnya tertahan di Selat Hormuz masih belum dapat melintas. Kementerian ESDM terus berupaya dan berkoordinasi agar kedua kapal tersebut dapat segera melewati jalur tersebut. Anggia menjelaskan, “Seperti yang kita ketahui pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas, dan sebelumnya sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran terkait hal ini. Kita berharap proses pelayaran secara bertahap mulai kembali normal seiring dengan dibukanya jalur tersebut. Pemerintah dalam hal ini terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke dalam negeri tetap terjaga,” ujarnya.

Pemerintah menegaskan bahwa ia terus memonitor perkembangan situasi global secara ketat dan mengambil langkah responsif guna menjaga stabilitas pasokan serta harga energi domestik. Dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, Indonesia menilai bahwa jalur distribusi energi kini lebih aman, memberi ruang bagi kebijakan energi nasional yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Selat Hormuzpasokan energiIndonesiaketahanan energiharga minyakdiversifikasi energiPertamina

Komentar

Memuat komentar...