Inggris Gagal Lagi, Argentina Balikkan Keadaan

Teguh A. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Inggris Gagal Lagi, Argentina Balikkan Keadaan

Gambar atau konten salah?

Inggris kembali gagal di Piala Dunia. Enam puluh tahun sudah berlalu sejak terakhir kali mereka menjadi juara pada 1966. Kini, setelah dikalahkan Argentina di semifinal Piala Dunia 2026, catatan itu tetap tak berubah.

Pertandingan berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB. Inggris kalah 1-2. Mereka sempat unggul lebih dulu lewat gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, Argentina membalikkan keadaan dengan dua gol di menit-menit akhir.

Ini adalah kekalahan semifinal ketiga Inggris sejak 1966. Sebelumnya, mereka finis di posisi keempat pada Piala Dunia 1990 dan 2018. Itu adalah pencapaian terbaik setelah gelar juara enam dekade lalu.

Manajer Inggris Thomas Tuchel menolak menyebut situasi ini sebagai kutukan. "Saya suka melihat hal dalam konteks sepakbola dan bukan dari kutukan sepakbola. Saya tidak terlalu percaya kepada hal-hal yang berkaitan dengan Inggris dan kutukan atau apa pun, sejarah terulang di momen-momen ini," ujar Tuchel seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan, "Ini hanya tentang pelatih yang berbeda, pemain yang berbeda, situasi yang berbeda, lawan yang berbeda. Jadi saya kira pada dasarnya saya percaya pada aspek sepakbola."

Tuchel juga mengomentari jalannya pertandingan. Ia mengakui bahwa timnya sempat memegang kendali setelah unggul. "Saya kira di titik itu memang layak, bahwa kami memanfaatkan momentum dan unggul 1-0. Sayangnya, dan cukup aneh, itu kemudian menandai perpindahan momentum dalam pertandingan," kata Tuchel.

Ia menilai Argentina bermain lebih berani setelah tertinggal. "Argentina lebih berani mengambil risiko, main dengan ritme, dengan perasaan mungkin mereka nothing to lose, yang membuat mereka bebas dan justru menahan kami karena kami tiba-tiba bermain dengan perasaan bahwa kami mempertaruhkan banyak hal."

Menurut Tuchel, pertandingan terbagi menjadi dua babak yang berbeda. "Saya kira itu dua pertandingan yang berbeda. Sampai gol (Gordon) dan kemudian setelah gol," katanya.

Inggris kini harus menunggu setidaknya empat tahun lagi untuk mencoba lagi. Sementara itu, Argentina melaju ke final. Catatan Inggris di Piala Dunia sejak 1966 menunjukkan bahwa mereka sering tampil kompetitif, tetapi selalu gagal di momen-momen krusial. Tiga kekalahan semifinal dalam 60 tahun terakhir menjadi bukti bahwa masalahnya bukan sekadar kutukan, melainkan kegagalan dalam mengelola tekanan di pertandingan besar.

InggrisPiala Duniakekalahan semifinalArgentinaThomas Tuchelkutukan1966

Komentar

Memuat komentar...