IPO Persib Terganjal Konsolidasi Aset

Dani L. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
IPO Persib Terganjal Konsolidasi Aset

Gambar atau konten salah?

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa rencana Persib Bandung untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih memiliki peluang untuk dilanjutkan. Namun, ada satu langkah penting yang harus ditempuh lebih dulu: konsolidasi aset. Farhan menyebut langkah ini krusial untuk memperkuat valuasi perusahaan sebelum akhirnya go public.

Farhan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), menjelaskan bahwa rencana Initial Public Offering (IPO) Persib sebenarnya sudah digodok sejak tahun 2011. Salah satu pekerjaan rumah yang masih menganga, menurutnya, adalah memperluas kerja sama pemanfaatan aset dengan Pemerintah Kota Bandung.

"Harusnya sih ada ya (kelanjutan rencana Persib IPO), karena kan sudah kita registrasi dari tahun 2011. Pertanyaannya cuma tinggal saya kira, saya kira sih, karena kan saya udah nggak ada di dalam manajemen, adalah konsolidasi aset," ujar Farhan di gedung BEI, Jakarta Selatan, pada Kamis 13 Agustus 2026.

Ia memaparkan, kerja sama pemanfaatan aset antara Pemkot Bandung dan Persib saat ini baru sebatas Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Berbagai fasilitas di sekitar stadion—seperti area parkir, tempat latihan, hingga tempat hiburan—belum termasuk dalam perjanjian tersebut.

"Saat ini kerja sama pemanfaatan aset Kota Bandung bersama Persib baru di Stadion GBLA, stadionnya. Sekitarnya belum. Tempat parkir, tempat latihan, tempat hiburan, segala macamnya belum. Nah, nanti kita akan kembangkan ke arah sana," jelasnya.

Menurut Farhan, konsolidasi aset dan perluasan kerja sama ini bisa menjadi kunci untuk menaikkan nilai bisnis Persib. Ia memperkirakan, jika semua aset sudah terintegrasi dengan baik, valuasi Persib berpotensi melesat hingga Rp 1 triliun.

"Jadi harus ada kerja sama pemanfaatan aset baru nanti akan berkembang. Kalau itu sudah diskusi, konsolidasi, saya kira bisa ngejar sih, valuasi sampai Rp 1 triliun mah," tuturnya.

Meski begitu, Farhan tidak bisa memastikan kapan tepatnya rencana IPO itu akan terealisasi. Alasannya, ia sudah tidak lagi berada dalam jajaran manajemen maupun sebagai pemegang saham Persib.

"Saya nggak bisa targetin, tergantung para pemegang saham, kan saya sudah bukan pemegang saham lagi," pungkas Farhan.

Jadi, rencana Persib untuk masuk bursa masih menggantung. Semua tergantung pada bagaimana para pemegang saham saat ini mengelola konsolidasi aset dan memperluas kerja sama dengan pemerintah kota. Valuasi Rp 1 triliun memang terdengar menggiurkan, tapi tanpa langkah konkret, angka itu masih sekadar proyeksi.

Persib IPOkonsolidasi asetvaluasi Rp 1 triliunStadion GBLAPemkot BandungBEIpemegang saham

Komentar

Memuat komentar...