Tasu'a & Asyura 2026: Jadwal Puasa di Indonesia & NU

Sigit W. · 4 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Tasu'a & Asyura 2026: Jadwal Puasa di Indonesia & NU

Gambar atau konten salah?

Puasa Tasu'a dan Asyura adalah dua amalan sunnah yang menjadi bagian penting dari ibadah umat Islam di bulan Muharram. Tasu'a dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan Asyura pada 10 Muharram. Pada tahun 2026, 9 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 24 Juni 2026 dan 10 Muharram 1448 H pada Kamis, 25 Juni 2026. Keduanya diperingati sebagai hari yang penuh makna, di mana Nabi Musa AS dan Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya puasa sebagai wujud syukur dan pengakuan atas rahmat Allah.

Berikut contoh bacaan niat puasa Tasu'a dan Asyura, lengkap dengan terjemahan yang mudah dipahami:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Saya berniat puasa sunnah Tasu'a karena Allah Ta'ala.

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى.

Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: Saya berniat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta'ala.

Jadwal puasa Tasu'a dan Asyura berbeda menurut lembaga yang mengaturnya. Pemerintah dan Muhammadiyah mengikuti kalender Hijriah Indonesia, sehingga puasa Tasu'a pada 24 Juni 2026 dan Asyura pada 25 Juni 2026. Sementara Nahdlatul Ulama memulai Muharram satu hari lebih lambat, sehingga puasa Tasu'a bagi warga NU pada 25 Juni 2026 dan Asyura pada 26 Juni 2026. Perbedaan ini muncul karena penetapan awal Muharram yang berbeda satu hari antara lembaga-lembaga tersebut.

Keutamaan puasa Tasu'a dan Asyura sangat dihargai, dan banyak ulama menekankan manfaatnya. Berikut empat keutamaan utama yang sering disebutkan:

  1. 1. Menghapuskan Dosa Setahun

    Hadits riwayat Abu Qotadah Al Anshoriy menegaskan: Dari Abu Qotadah Al Anshoriy, berkata, وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ ». قَالَ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ « يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْماضِيَةَ »

    Dalam hadits ini, Nabi SAW menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Ini menunjukkan betapa puasa tersebut menjadi sarana membersihkan diri dari kesalahan yang telah dilakukan.

  2. 2. Menjadi Pembeda dengan Kaum Yahudi

    Hadits riwayat Ibnu Abbas RA menegaskan: Seperti Ibnu Abbas RA berkata:"Nabi SAW datang di Madinah, tiba-tiba beliau mendapati orang-orang Yahudi pada berpuasa Asyura (10 Muharram). Mereka berkata, 'Ini adalah hari kemenangan Musa terhadap Firaun.' Lalu Nabi SAW bersabda kepada sahabat-sahabatnya, 'Kamu adalah lebih berhak atas Musa daripada mereka, oleh sebab itu berpuasalah'!" (HR Bukhari).

    Hadits lain, juga riwayat Ibnu Abbas, melanjutkan: Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas RA berkata bahwa ketika Rasulullah SAW melakukan puasa hari 'Asyura, beliau memerintahkan kaum muslimin untuk melakukannya, pada saat itu ada yang berkata, يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى." Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani." Lantas beliau mengatakan, فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ - إِنْ شَاءَ اللَّهُ - صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ" Apabila tiba tahun depan -insya Allah (jika Allah menghendaki)- kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan." Ibnu Abbas mengatakan, فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-." Belum sampai tahun depan, Nabi SAW sudah keburu meninggal dunia." (HR. Muslim).

    Hadits ini menegaskan bahwa puasa Tasu'a dilakukan sebelum Asyura sebagai cara membedakan umat Islam dari praktik Yahudi, yang hanya berpuasa pada hari Asyura.

  3. 3. Puasa Terbaik Kedua setelah Ramadan

    Hadits riwayat Abu Hurairah RA menyebutkan: Abu Hurairah RA berkata, "Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram" (HR Ahmad, Muslim, dan Abu Daud).

    Hadits tersebut menempatkan puasa Asyura sebagai puasa terbaik setelah Ramadan. Ini menunjukkan betapa tinggi nilai puasa Asyura dalam rangkaian ibadah Islam.

  4. 4. Pahala Setara 10 Ribu Orang Berhaji

    Hadits riwayat Ibnu Abbas RA menjelaskan pahala puasa Asyura: Seperti Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura, ditulis untuknya pahala ibadah enam puluh tahun termasuk di dalamnya ibadah puasa dan salatnya; barangsiapa berpuasa pada hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu malaikat; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala ibadah setara dengan pahala seribu orang yang haji dan umrah; barangsiapa berpuasa di hari Asyura akan diberi pahala sepuluh ribu mati syahid; barangsiapa berpuasa Asyura sesungguhnya ia seperti orang yang memberi makan seluruh orang fakir dari umat Muhammad SAW dan membuat mereka semua kenyang; barangsiapa membelai anak yatim dengan tangannya pada hari Asyura, maka akan diberikan untuknya untuk setiap rambut satu derajat di surga."*

    Selain itu, disebutkan pula bahwa pahala orang yang berpuasa Asyura setara dengan 10 ribu orang berhaji. Pahala ini menegaskan betapa besar nilai spiritual puasa Asyura bagi umat Islam.

Puasa Tasu'a dan Asyura, dengan niat yang tepat dan jadwal yang jelas, menawarkan manfaat spiritual yang besar bagi umat Islam. Melalui puasa ini, seseorang dapat membersihkan diri dari dosa, menegaskan identitas Islam, mendekatkan diri kepada Allah, dan mendapatkan pahala yang sangat besar. Dengan memahami keutamaan-keutamaannya, umat dapat melaksanakan puasa ini dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati.

Puasa Tasu'aAsyuraMuharramKeutamaan PuasaPahalaKalender HijriahNabi MusaNabi Muhammad

Komentar

Memuat komentar...