Menteri Perhubungan: TBA Tariff Pembahasan Terus Dilanjutkan
Gambar atau konten salah?
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa pembahasan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat akan tetap dilanjutkan. Ia menyoroti bahwa harga minyak dunia mulai turun dan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat menguat, sehingga biaya penerbangan yang sebelumnya naik akibat gejolak kurs dan kenaikan harga minyak kini dapat menurun.
Regulasi fuel surcharge, komponen biaya bahan bakar, telah disepakati untuk menyesuaikan tarif penerbangan. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah untuk meninjau kembali TBA yang masih berlaku sejak 2019. Menteri menyatakan bahwa regulasi saat ini sudah terlalu lama dan belum pernah diubah sejak tahun tersebut.
“Dengan adanya penurunan nilai kurs Kemudian ada penurunan harga minyak itu membuat pembahasan TBA menjadi lebih komprehensif, secara menyeluruh,” ujar Dudy di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.
“Ya tetap, pembahasan tetap (berhalan. Karena kan terakhir itu tahun 2019, jadi sudah cukup jauh. Kondisinya operasional karena kan sudah berubah,” tambahnya.
Ia berharap masyarakat dapat memahami urgensi pembahasan ini. “Tapi juga harapan saya bahwa masyarakat juga bisa memahaminya karena ini juga untuk menjaga keseimbangan antara industri penerbangan dan juga masyarakat,” jelasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berupaya menjaga stabilitas industri penerbangan sekaligus melindungi konsumen. Perubahan TBA diharapkan dapat menyesuaikan biaya tiket dengan kondisi pasar yang lebih terkini, sehingga penerbangan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
