Iran Persiapkan Piala Dunia 2026, Pindah Latihan ke Turki
Gambar atau konten salah?
Iran sedang mempersiapkan timnasnya untuk Piala Dunia 2026 di tengah konflik yang terus berlangsung di negaranya. Pada 28 Februari 2024, Iran diserang oleh AS dan Israel. Meskipun ada gencatan senjata sementara, perang belum berakhir dan masih memengaruhi kehidupan sehari‑hari warga.
Karena situasi tersebut, pelatih dan pemain memindahkan markas latihan ke Turki. Semua dokumen visa dan persyaratan administratif diselesaikan dari sana, menghindari kendala di wilayah konflik. Selanjutnya, tim menyesuaikan rencana akomodasi selama turnamen.
Awalnya, Tucson, Arizona dijadwalkan sebagai tempat penginapan. Namun, AS menolak agar skuad Iran bermalam di negaranya. Akibatnya, mereka beralih ke Tijuana, Meksiko untuk semua pertandingan di AS, lalu kembali ke Meksiko setelah laga selesai.
Peristiwa ini menandai momen pertama di mana negara tuan rumah Piala Dunia terlibat perang melawan salah satu peserta. Kondisi ini menambah tekanan bagi pemain Iran yang harus tetap fokus pada persiapan kompetisi.
"Sejujurnya, ini tidak mudah. Tapi pada akhirnya... ini akan sulit bagi kami karena pada saat yang sama, kami mengikuti berita di negara kami dan hal-hal politik, tentu saja, dapat memengaruhi pikiran para pemain dan masyarakat," ujar gelandang Iran Saeid Ezatolahi kepada The Associated Press, dikutip ESPN.
"Memang benar bahwa kami sedang menghadapi kondisi khusus saat ini, tetapi kami adalah pemain sepak bola dan kita harus bermain, berlatih, dan mempersiapkan diri untuk kompetisi yang akan datang," tambah Mohammad Ghorbani, yang akan menjalani Piala Dunia pertama dalam kariernya.
"Di sisi lain, kami tahu bahwa rakyat kami telah mengalami banyak kesulitan selama perang, dan kami pergi ke sana untuk mereka, untuk mendapatkan hasil terbaik demi kebahagiaan mereka dan kebahagiaan rakyat negara kami," ungkap Ghorbani.
"Jadi, tentu saja, kami berharap akan ada banyak penggemar selama pertandingan kami di stadion. Dan ini akan menjadi tekanan besar bagi kami karena ekspektasinya akan tinggi. Saya hanya berharap kami dapat membuat mereka bangga dan menunjukkan kepada mereka bahwa orang Iran siap untuk setiap pekerjaan berat di dunia," tegas Ezatolahi.
Timnas Iran juga berencana bermain dua kali di California, wilayah dengan komunitas diaspora Iran yang besar. Mereka berharap dukungan penggemar dapat memberi semangat tambahan di tengah situasi sulit ini. Meskipun tantangan politik dan militer menambah beban, persiapan dan tekad pemain tetap kuat menjelang Piala Dunia 2026.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia Hadapi Oman Tanpa Idzes, Hasilnya Belum Memuaskan
Indonesia Hadapi Oman di GBK 5 Juni, Persahabatan Menjadi
Sheikh Jassim, Qatar, Tidak Ingin Beli Manchester United Lagi
Andoni Iraola Resmi Jadi Pelatih Liverpool Selama Dua Tahun
Chivu: Kewaspadaan, Scudetto, Inter Raih Gelar Piala
Persebaya Lepas 6 Pemain Asing, Bruno Moreira Pindah
Berita Terbaru
PGN Optimalkan Jaringan Pipa Gas untuk Ketahanan Energi
Purbaya Tolak Go‑Gos Pengunduran, Tidak Ada Pergantian
Pemerintah Buka Seleksi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026 di Medan
Rumah Mewah Sentul Menjadi Sorotan Setelah Geledah Kejaksaan
PIP Termin 2 2026: Dana Pendidikan Menengah Sudah Cair
Pendaftaran PMDSU Angkatan X Tahun 2026 Resmi Dibuka
Ular Sanca 2,2 m Dievakuasi di Kandang Ayam Ciamis
Empat Varian Telur Ikan: Tobiko, Masago, Ikura, Caviar
