Isa Al‑Masih, 23 Tahun, Jadi Khatib Salat Idul Fitri Nganjuk

Yanto K. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Isa Al‑Masih, 23 Tahun, Jadi Khatib Salat Idul Fitri Nganjuk

Gambar atau konten salah?

Isa Al-Masih Putra Muhammadiyah berusia 23 tahun dan masih mahasiswa semester akhir di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia menjadi khatib Salat Ied di Masjid Al Muta’allimin pada 20 Maret 2026.

Di tempat tersebut, Fatah Al Basid, ayah kandung Isa, memimpin sebagai imam. Sejak kecil, Isa sudah sering mengisi khutbah Jumat dan kultum tarawih di beberapa masjid Muhammadiyah di Malang.

Program studi Isa adalah PAI Pendidikan Agama Islam di UMM. Ia sudah hampir lulus dan mengaku, “Saya sudah menempuh jurusan PAI di UMM, hanya tinggal menunggu masa lulus.”

Keberadaannya sebagai khatib bukan hal baru. Ia pernah mendapat sorotan di media sosial beberapa tahun lalu. Menurutnya, “Saya sudah tidak kaget lagi, pernah teman saya kenalkan ke Ustaz Rifky Jafar Thalib Malang. Ia tak percaya sampai saya tunjukkan KTP.”

Kontroversi muncul kembali ketika sebuah foto yang menampilkan nama khatib Salat Ied Isa diposting pada 19 Maret 2026. Foto tersebut berasal dari potongan poster resmi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Nganjuk yang mencantumkan daftar 38 lokasi Salat Idul Fitri 2026 beserta nama imam dan khatib di masing-masing masjid.

Summarizing, Isa Al‑Masih Putra Muhammadiyah, seorang mahasiswa UMM berusia 23 tahun, telah lama aktif sebagai khatib di berbagai masjid. Ia memimpin khutbah Salat Ied di Masjid Al Muta’allimin pada 20 Maret 2026, di bawah pimpinan ayahnya, imam Fatah Al Basid. Keunikannya telah menimbulkan perhatian publik melalui media sosial, di mana ia dikenal sebagai khatib Salat Ied di wilayah Nganjuk.

Isa Al-Masih Putrakhatib Salat IedNganjukUniversitas Muhammadiyah MalangmahasiswaMasjid Al Muta'alliminmedia sosial

Komentar

Memuat komentar...