ISF 2026: Pemimpin Global Bahas Investasi Hijau di Jakarta

Teguh A. · 3 min baca · 48 menit lalu · 16 dibaca
Bisik.id
ISF 2026: Pemimpin Global Bahas Investasi Hijau di Jakarta

Gambar atau konten salah?

Sebanyak puluhan pemimpin perusahaan, investor, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara akan berkumpul di Jakarta. Mereka hadir dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026. Acara ini berlangsung pada 06 Oktober 2026 hingga 07 Oktober 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Tahun ini, ISF mengusung tema "Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World". Ketua Pelaksana ISF 2026, Rachmat Kaimuddin, menyampaikan bahwa pertumbuhan hijau harus ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan ekonomi, membuka peluang baru, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat.

"Di tengah perubahan arah dan dinamika global, menjaga konsistensi agenda keberlanjutan menjadi semakin penting. Bagi Indonesia, tantangannya adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mendorong transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan," ujar Rachmat dalam keterangannya pada Sabtu, 03 Oktober 2026.

Rachmat menambahkan, ISF 2026 juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif. Forum ini melihat bagaimana agenda keberlanjutan dapat diterjemahkan menjadi peluang untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia.

"ISF 2026 membuka ruang bagi pemerintah, dunia usaha, investor, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pengalaman, melihat tantangan dari berbagai perspektif, dan mengeksplorasi solusi yang dapat diterapkan. Bagi Indonesia, kolaborasi seperti ini penting untuk mendorong inovasi, memperkuat daya saing, dan membangun pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan resilient dalam jangka panjang," kata Rachmat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Keberlanjutan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Shinta Kamdani, menilai keberlanjutan semakin menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan dan daya saing dunia usaha.

"Sustainability semakin menjadi bagian dari bagaimana dunia usaha melihat pertumbuhan, daya saing, dan peluang di masa depan. Bagi perusahaan, transisi ini membuka ruang untuk berinovasi, menciptakan nilai, dan membangun daya saing jangka panjang. ISF 2026 mempertemukan dunia usaha, investor, pemerintah, dan berbagai mitra strategis untuk melihat peluang tersebut dan mendorong kolaborasi yang dapat mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan dan resilient," ujar Shinta.

Melalui ISF 2026, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai simpul penting dalam percakapan global mengenai masa depan pertumbuhan berkelanjutan. Forum ini mempertemukan gagasan, peluang pembiayaan, teknologi, dan kemitraan untuk menjawab tantangan pembangunan ke depan.

ISF 2026 berangkat dari ambisi yang dimiliki Indonesia dan banyak negara. Ambisi itu adalah bagaimana menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat transisi rendah karbon, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Tahun ini, ISF 2026 mengangkat fokus "Powering Low-Carbon Growth" pada hari pertama. Sementara hari kedua mengusung tema "Enabling a Resilient & Liveable Future".

Kedua fokus tersebut menghadirkan perspektif yang saling melengkapi. Mulai dari bagaimana sektor-sektor strategis dapat mendorong pertumbuhan rendah karbon hingga bagaimana berbagai enabler dapat memperkuat fondasi bagi pertumbuhan yang tangguh dan inklusif.

ISF 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 pembicara internasional dalam rangkaian sesi plenary dan thematic. Mereka merepresentasikan pemerintah, organisasi internasional, dunia usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan berbagai institusi global.

Sejumlah pembicara dan keynote speakers yang telah dikonfirmasi antara lain:

  • Anindya Bakrie - Chairman, Indonesian Chamber of Commerce and Industry (KADIN)
  • Armida Salsiah Alisjahbana - Under-Secretary-General & Executive Secretary, UNESCAP
  • Hashim Djojohadikusumo - Special Envoy of the President of the Republic of Indonesia for Climate & Energy
  • Sigit Puji Santosa - Chief Technology Officer (CTO), Danantara Indonesia
  • Helen Clarkson OBE - CEO, The Climate Group
  • Justin Ma - Head of Transition Finance & Advisory, ASEAN and South Asia, Standard Chartered Bank
  • Allen Tom Abraham - Global Head of Sustainable Materials, BloombergNEF
  • Rachmat Kaimuddin - Managing Director, Development Investment, Danantara Development Management Fund
  • Shinta W. Kamdani - Chairman, Indonesia Employers Association (APINDO)
  • Felipe Carazo - Head of Public Sector Engagement & Head of Alliance Management, Tropical Forest Alliance
  • Tan Sri Michael Yeoh - President, KSI Strategic Institute for Asia Pacific
  • Frederick Teo - CEO, GenZero
  • John Vlukas - President, Lubrizol Engineered Materials
  • Rino Donosepoetro OBE - Cluster CEO, Indonesia & ASEAN Markets, Standard Chartered Bank
  • Mattia Romani - Partner, Systemiq & Grantham Research Institute on Climate Change and the Environment
  • Joe Phelan - Executive Director, Asia Pacific, World Business Council for Sustainable Development
  • Jeremy Oppenheim - Founding Partner, Systemiq
  • Randi Kristiansen - Executive Director of Energy Transition, GFANZ

Forum ini menjadi ajang bagi para pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan berkolaborasi. Mereka mencari solusi atas tantangan pembangunan berkelanjutan. Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, ISF 2026 diharapkan dapat mendorong inovasi dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global.

ISF 2026keberlanjutanpertumbuhan hijauekonomi rendah karbonketahanankolaborasiinvestasi

Komentar

Memuat komentar...