Jamur Fusarium Oxysporum Bakar Emas di Tanah, Membuka Cara Baru

Fajar H. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
Jamur Fusarium Oxysporum Bakar Emas di Tanah, Membuka Cara Baru

Gambar atau konten salah?

Fusarium oxysporum, jamur tanah yang biasa ditemukan di kebun, ternyata mampu memakan emas. Penemuan ini mengubah cara ilmuwan melihat reaktivitas logam berharga tersebut.

Tim peneliti dari CSIRO, lembaga riset nasional Australia, menemukan bahwa jamur ini dapat berinteraksi dengan partikel emas di lingkungan sekitarnya. “Emas sangat tidak reaktif secara kimia, jadi interaksi ini tidak biasa dan mengejutkan,” ujar Dr. Tsing Bohu, peneliti utama dari CSIRO.

Proses berlangsung dalam dua tahap. Pertama, jamur mengoksidasi dan melarutkan emas dari tanah. Setelah itu, partikel emas tersebut kembali diendapkan menjadi bentuk padat yang menempel pada struktur seperti benang jamur. Hasilnya, jamur yang berinteraksi dengan emas tumbuh lebih besar dan menyebar lebih cepat dibanding yang tidak.

Temuan ini menjadi bukti pertama bahwa organisme hidup dapat memengaruhi pergerakan logam berharga di kerak Bumi. Jamur ini secara tidak langsung berperan dalam apa yang disebut “siklus emas” alami.

Dari sisi industri, penemuan ini menarik perhatian sektor pertambangan. Alih‑alih mengekstrak emas secara langsung, jamur dapat menjadi penunjuk alami lokasi deposit emas di bawah tanah. Dengan mendeteksi keberadaan Fusarium oxysporum di tanah, geolog dapat mengidentifikasi area potensial tanpa harus melakukan pengeboran besar‑besar.

Konsep biomining, yaitu pemanfaatan mikroorganisme untuk mengekstraksi logam di lingkungan ekstrem, mulai dipertimbangkan untuk eksplorasi luar angkasa. Di ruang angkasa, di mana gravitasi rendah dan alat berat sulit dijangkau, organisme seperti jamur dianggap lebih efisien dan hemat energi. Peneliti melihat potensi jamur ini sebagai solusi masa depan untuk menambang sumber daya di asteroid.

Meski masih dalam tahap penelitian awal, kemampuan biologis jamur ini membuka babak baru dalam sains dan teknologi. Dari membantu menemukan cadangan emas di Bumi hingga kemungkinan menambang di asteroid, Fusarium oxysporum menunjukkan bahwa mikroorganisme dapat menjadi alat penting dalam eksplorasi sumber daya.

Penelitian ini menegaskan bahwa dunia mikroba masih menyimpan banyak rahasia yang belum terungkap. Dengan memanfaatkan sifat unik jamur ini, manusia dapat menemukan cara baru dan lebih ramah lingkungan untuk mengakses logam berharga di bumi maupun di luar sana.

Fusarium oxysporumjamur tanahemasbiominingeksplorasi asteroidpertambangansiklus emasmikroorganisme

Komentar

Memuat komentar...