Telkomsat Ubah Data Kapal Jadi Intelijen Bisnis

Ratna D. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Telkomsat Ubah Data Kapal Jadi Intelijen Bisnis

Gambar atau konten salah?

Perusahaan telekomunikasi, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat), kini mengambil langkah lebih jauh di sektor kelautan. Mereka tidak lagi sekadar menyediakan koneksi internet. Melalui layanan baru bernama AIS Data, Telkomsat mengubah data mentah pergerakan kapal menjadi informasi berharga. Informasi ini ditujukan untuk para pelaku bisnis dan pihak-pihak yang berkepentingan di dunia maritim.

Langkah ini diambil tepat saat kebutuhan industri akan data yang cepat, tepat, dan bisa dipercaya semakin tinggi. Di dunia kelautan, sistem yang dulunya hanya dipakai untuk melacak posisi kapal, yaitu Automatic Identification System (AIS), kini bertransformasi. Fungsinya berkembang menjadi sumber informasi penting. Data AIS kini dipakai untuk memetakan aktivitas pelayaran, rantai pasok logistik, pola perdagangan, hingga dinamika ekonomi di suatu wilayah.

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, memiliki lebih dari 17.000 pulau. Jalur pelayaran di Indonesia merupakan salah satu urat nadi perdagangan global. Karena itu, kebutuhan akan data maritim yang lengkap dan menyeluruh dinilai sangat besar. Untuk menjawab kebutuhan ini, Telkomsat menghadirkan layanan AIS Data. Layanan ini menggabungkan teknologi satelit dengan stasiun AIS yang ditempatkan di darat, di beberapa lokasi strategis di pesisir.

Infrastruktur ini memungkinkan Telkomsat mengumpulkan data aktivitas kapal dari berbagai perairan. Cakupannya lebih luas dan berkelanjutan. Data yang dikumpulkan bukan hanya posisi kapal, tetapi juga berbagai parameter lain.

Direktur Pengembangan Telkomsat, Anggoro Kurnianto Widiawan, menjelaskan nilai strategis data maritim. Menurutnya, data ini kini menjadi aset berharga. "Data maritim saat ini telah berkembang menjadi strategic asset yang memiliki nilai sangat besar bagi berbagai sektor industri. Tidak hanya memberikan informasi mengenai posisi kapal, tetapi juga mampu menghasilkan insight yang mendukung efisiensi operasional, optimalisasi rantai pasok, pengelolaan risiko, hingga pengembangan peluang bisnis baru," ujar Anggoro.

Anggoro menambahkan, kebutuhan akan data maritim yang akurat dan real-time akan terus naik. Hal ini seiring dengan berkembangnya aktivitas ekonomi yang berbasis laut. Sektor-sektor seperti pelayaran, logistik, energi, perikanan, asuransi, hingga keuangan, semuanya membutuhkan data ini.

Melalui layanan AIS Data, pelanggan bisa mengakses berbagai informasi penting. Informasi tersebut meliputi identitas kapal, posisi dan rute pelayaran, histori perjalanan, aktivitas di pelabuhan, dan parameter lainnya. Semua data ini bisa diolah menjadi dasar untuk perencanaan operasional maupun strategi bisnis.

Anggoro menilai, perkembangan teknologi satelit membuka peluang baru. Teknologi ini memungkinkan pemantauan aktivitas maritim secara lebih menyeluruh. Dengan cakupan satelit yang bisa menjangkau wilayah laut yang luas, pengumpulan data menjadi lebih komprehensif. Hasilnya, gambaran kondisi di lapangan menjadi lebih akurat.

"Kebutuhan pelanggan saat ini tidak hanya berhenti pada konektivitas. Mereka juga butuh bagaimana data bisa diolah menjadi informasi yang bernilai dan mendukung pengambilan keputusan," kata Anggoro. Karena itu, Telkomsat terus memperkuat kemampuan di bidang data dan analitik. Tujuannya adalah menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi pelanggan.

Layanan AIS Data tidak hanya untuk kebutuhan operasional perusahaan. Layanan ini juga dinilai punya peran strategis dalam memperkuat ekosistem maritim nasional. Ketersediaan data yang akurat dan berkelanjutan bisa membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan wilayah laut. Data ini juga mendukung pengembangan ekonomi maritim. Selain itu, data ini memperkuat kemampuan berbagai pihak dalam memahami aktivitas pelayaran dan perdagangan di perairan Indonesia.

Pengembangan AIS Data adalah bagian dari strategi besar Telkomsat. Perusahaan ini ingin memperluas pemanfaatan teknologi satelit. Awalnya, mereka hanya penyedia konektivitas. Kini, mereka bertransformasi menjadi penyedia layanan berbasis data. Dengan menggabungkan infrastruktur satelit, stasiun darat, dan kemampuan analitik, Telkomsat optimistis. Mereka yakin bisa menciptakan nilai tambah baru. Langkah ini sekaligus mendorong digitalisasi di industri maritim. Industri ini semakin membutuhkan informasi yang cepat, akurat, dan transparan.

Singkatnya, Telkomsat tidak lagi hanya menjual koneksi internet ke kapal. Mereka kini menjual data dan analisis yang bisa membantu perusahaan pelayaran, perusahaan logistik, hingga lembaga keuangan mengambil keputusan yang lebih baik. Dari data mentah pergerakan kapal, mereka menyulapnya menjadi peta aktivitas ekonomi di laut.

AIS DataTelkomsatdata maritimsatelitpelayarandigitalisasimaritim

Komentar

Memuat komentar...