Pemprov Jatim Dorong Nobar Piala Dunia 2026 Daftar TVRI
Gambar atau konten salah?
Pemprov Jawa Timur lewat Diskominfo mengimbau penyelenggara nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026 untuk mendaftar ke TVRI. Tujuannya agar nobar berjalan sesuai hak siar resmi.
“Kami mengimbau seluruh pihak yang menyelenggarakan nonton bareng Piala Dunia 2026 untuk terlebih dahulu melakukan pendataan dan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan TVRI. Hal ini penting agar kegiatan nobar dapat berlangsung secara legal, tertib, dan tetap menghormati hak siar resmi,” ujar Kepala Dinas Kominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin dalam keterangannya, 13 Juni 2026.
Sherlita menegaskan bahwa antusiasme masyarakat Jawa Timur menonton siaran Piala Dunia FIFA 2026 sangat tinggi. Ia sudah bekerja sama dengan TVRI Jawa Timur sebagai penyelenggara nobar nonkomersial, melakukan pendataan lokasi kegiatan dan penanggung jawab sebagai bagian dari fasilitasi.
Menurutnya, penyelenggara harus mengusulkan lokasi atau titik pelaksanaan nobar, menunjuk person in charge (PIC), dan mengisi data melalui tautan pendataan yang telah disediakan. Data tersebut menjadi dasar koordinasi dengan TVRI Jawa Timur dalam proses fasilitasi kegiatan.
“Pendataan diperlukan agar setiap lokasi nobar dapat terverifikasi dan memperoleh fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu kami mengajak pemerintah daerah, perangkat daerah, komunitas, kampus, sekolah, maupun organisasi masyarakat yang akan mengadakan nobar untuk segera menyampaikan usulannya,” tambahnya.
Sherlita mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur memanfaatkan momentum Piala Dunia sebagai sarana mempererat kebersamaan dan semangat sportivitas. “Piala Dunia merupakan pesta sepak bola yang dinantikan masyarakat di seluruh dunia. Kami berharap euforia ini dapat dinikmati bersama secara aman, nyaman, dan sesuai aturan sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dengan tenang dan penuh kegembiraan,” jelasnya.
Untuk instansi, komunitas, atau organisasi yang akan menyelenggarakan nobar di Jawa Timur, pendataan titik nobar dapat dilakukan melalui tautan yang telah disampaikan oleh Diskominfo Provinsi Jawa Timur, dengan batas waktu sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Di sisi lain, Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur Syalom Salombe menjelaskan bahwa program Bola Gembira disiapkan untuk memudahkan masyarakat yang ingin menyelenggarakan nobar secara legal dan sesuai ketentuan pemegang hak siar.
“Melalui program Bola Gembira, TVRI memberikan fasilitasi bagi penyelenggara nonton bareng nonkomersial di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Penyelenggara cukup melakukan pendaftaran dan pendataan lokasi kegiatan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan sehingga pelaksanaan nobar dapat memperoleh pengakuan resmi dari TVRI,” jelas Syalom.
Ia menambahkan, setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, penyelenggara akan memperoleh sertifikat digital sebagai bukti bahwa kegiatan nobar telah terdaftar dalam program Bola Gembira.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan sumber siaran resmi TVRI dan tidak melakukan streaming ulang, relay siaran, maupun redistribusi tayangan pertandingan melalui media sosial atau platform digital lainnya. Dengan mengikuti mekanisme yang tersedia, masyarakat dapat menikmati euforia Piala Dunia secara bersama-sama tanpa khawatir melanggar ketentuan hak siar,” ujarnya.
Syalom juga mengingatkan bahwa penyelenggara wajib memperhatikan ketentuan penggunaan sponsor dan materi promosi kegiatan. Penyelenggara tidak diperkenankan menggunakan logo, maskot, trofi, maupun identitas resmi FIFA World Cup 2026 dalam publikasi kegiatan. Selain itu, penempatan identitas sponsor harus mengikuti pedoman yang telah ditetapkan dalam program Bola Gembira.
Program ini disiapkan agar masyarakat dapat menyelenggarakan nobar dengan mudah, tetapi tetap menjaga kepatuhan terhadap regulasi penyiaran dan ketentuan hak siar yang berlaku. Karena itu kami berharap seluruh penyelenggara mengikuti panduan Bola Gembira secara utuh,” tegasnya.
Nobar dalam skema Bola Gembira diperuntukkan bagi kegiatan nonkomersial. Penyelenggara tidak diperkenankan memungut biaya masuk, menjual akses menonton, atau memanfaatkan kegiatan sebagai sarana komersialisasi tanpa izin sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan langkah ini, pemerintah daerah Jawa Timur berharap masyarakat dapat menikmati pertandingan Piala Dunia 2026 secara aman dan teratur. Proses pendaftaran yang terstruktur dan sertifikat digital menjadi jaminan bahwa setiap nobar mematuhi hak siar. Program Bola Gembira menjadi sarana resmi bagi semua pihak untuk bersatu menonton tanpa melanggar aturan. Inilah cara sederhana namun efektif untuk menjaga integritas siaran dan kebersamaan penggemar sepak bola di tanah Jawa Timur.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia vs Kamboja, Kejar Tempat Ketiga AFF U-19
Kunjungi Koperasi Merah Putih Sidoarjo, Tinjau Implementasi
Brasil Siap Bertarung di Piala Dunia 2026, Ancelotti Pimpin
Beasiswa Garuda 2026: Kesempatan Sukses Studi Luar Negeri
AS Kalahkan Paraguay 4-1, Rekor Gol Empat Pertama Di LA
Puasa Sunah Muharram: Jadwal Lengkap & Keutamaan 2026
Berita Terbaru
Pemprov Jatim Dorong Nobar Piala Dunia 2026 Daftar TVRI
Anne Hathaway Ungkap Katarak Dini, Mata Kiri Hampir Buta
Rosi Setyo Nugroho: Kejujuran Lebih Penting di Wawancara LPDP
Muharram 2025: Sepuluh Amalan Penting Memulai Tahun Baru Islam
Puasa 1 Muharam 1448 H: Boleh, Niat & Jadwal 16 Juni
Luwu Utara Cetak 2,960 Ha Lahan Sawah Baru, Target 20,000 Ha
PP PBVSI Pilih Toiran Gonzales Reidel, Timnas Siap AVC 2026