Puasa Sunah Muharram: Jadwal Lengkap & Keutamaan 2026

Rudi H. · 5 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Puasa Sunah Muharram: Jadwal Lengkap & Keutamaan 2026

Gambar atau konten salah?

Di bulan Muharram, umat Islam sering memandangnya sebagai saat tepat untuk memulai lembaran baru. Banyak yang berharap dapat memulai tahun Hijriah dengan amalan yang membawa keberkahan. Salah satu amalan utama yang dianjurkan adalah puasa. Selain puasa Asyura yang sudah dikenal luas, terdapat beberapa puasa sunah lain yang juga bisa dikerjakan di bulan ini.

Hadis-hadis menekankan pentingnya puasa di bulan Muharram. Salah satunya riwayat Muslim, di mana Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa Muharram dan sholat yang paling utama setelah sholat fardu adalah sholat malam.” (HR Muslim). Dari sini, umat disarankan untuk berpuasa di bulan Muharram.

Berikut ini adalah jenis-jenis puasa sunah yang dapat dikerjakan di bulan Muharram, lengkap dengan bacaan niat dan jadwal pelaksanaannya.

Puasa Awal Bulan Muharram

Puasa pada hari pertama Muharram sangat dianjurkan. Hadis riwayat Ibnu Abbas menyatakan: “Barang siapa berpuasa pada hari akhir Dzulhijjah dan awal Muharram, niscaya Allah ampunkan segala dosa-dosanya, walaupun selama 50 tahun melakukannya.” (HR Ibnu Abbas). Niat puasa hari pertama Muharram sama dengan niat puasa Muharram pada umumnya. Berikut niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ
Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ.

Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a dilakukan pada hari ke-9 Muharram. Biasanya, puasa ini dirangkaikan dengan puasa Asyura pada hari ke-10. Hadis riwayat Ibnu Abbas, ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hari yang dianjurkan oleh Yahudi dan Nasrani, Rasulullah menjawab: “Tahun depan insya Allah kita akan berpuasa hari kesembilan.” (HR Muslim). Ibnu Abbas menambahkan, “Tahun berikutnya belum datang, namun Rasulullah SAW meninggal terlebih dahulu.” (HR Muslim). Puasa Tasu'a dianjurkan bersama puasa Asyura sebagai bentuk mengikuti sunah Rasulullah dan membedakan amalan umat Islam dengan kaum Yahudi. Niat puasa Tasu'a adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَسُعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Naiwaitu shauma tasu'aa-i sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat puasa sunah Tasu'a karena Allah Ta'ala.

Puasa Asyura

Puasa Asyura dikerjakan pada hari ke-10 Muharram. Hadis dari Ibnu Abbas menjelaskan keutamaan puasa ini: “Barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka Allah SWT memberinya pahala 10.000 malaikat. Dan, barang siapa berpuasa di hari Asyura (10 Muharram), maka ia diberi pahala 10.000 orang berhaji dan berumrah, dan 10.000 pahala orang mati syahid. Barang siapa mengusap kepala anak-anak yatim di hari tersebut, maka Allah SWT menaikkan dengan setiap rambut satu derajat. Barang siapa memberi makan kepada orang mukmin yang berbuka puasa di hari Asyura, maka seolah-olah ia memberi makan seluruh umat Rasulullah SAW yang berbuka puasa dan mengenyangkan perut mereka.” (HR Ibnu Abbas). Karena keutamaannya, umat sangat dianjurkan untuk mengerjakan puasa Asyura. Niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُرَ سُنَّةٌ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Naiwaitu shauma 'aasyura sunnatan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: Saya berniat puasa sunah Asyura karena Allah ta'ala.

Puasa 11 Muharram

Selain puasa pada hari ke-9 dan ke-10, umat juga dianjurkan berpuasa pada hari ke-11 Muharram. Hadis riwayat Ibnu Abbas menyatakan: “Berpuasalah pada hari Asyura dan berbedalah dengan kaum Yahudi, dengan berpuasa satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya.” (HR Ahmad). Amalan ini menyempurnakan puasa Asyura sekaligus membedakan tradisi umat Islam dengan kaum Yahudi. Niat puasa 11 Muharram sama dengan niat puasa awal Muharram:

نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shaumal Muharrami lilâhi ta'âlâ
Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah ta'âlâ.

Puasa Sunah Lain di Bulan Muharram

Selain Tasu'a, Asyura, dan puasa awal Muharram, masih ada puasa sunah lain yang waktunya bertepatan dengan bulan Muharram. Puasa-puasa ini memiliki keutamaan tersendiri dan tetap dianjurkan sebagai bentuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dilakukan pada pertengahan bulan Hijriah, yakni pada tanggal 13, 14, dan 15. Puasa ini dapat dilakukan setiap bulan, termasuk bulan Muharram. Niatnya:

نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah), karena Allah ta'âlâ.

Puasa Senin Kamis

Puasa Senin dan Kamis tetap dapat dilakukan di bulan Muharram seperti di bulan lainnya. Namun, ada hari-hari tertentu yang diharamkan berpuasa, seperti Idul Fitri (1 Syawal), Idul Adha (10 Dzulhijjah), tasyriq (11, 12, dan 13 Dzulhijjah), separuh terakhir bulan Sya'ban, dan hari yang diragukan (30 Sya'ban). Niat puasa Senin:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumil itsnaini lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah hari Senin karena Allah ta'âlâ.

Niat puasa Kamis:

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma yaumil khamîsi lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Aku berniat puasa sunah hari Kamis karena Allah ta'âlâ.

Jadwal Puasa Sunah Bulan Muharram 1448 H/2026

Berikut jadwal puasa sunah di bulan Muharram 1448 H/2026 berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama.

  • Puasa Muharram dan Asyura
    • 1 Muharram: 16 Juni 2026
    • 9 Muharram (Tasu'a): 24 Juni 2026
    • 10 Muharram (Asyura): 25 Juni 2026
    • 11 Muharram: 26 Juni 2026
  • Puasa Ayyamul Bidh
    • 13 Muharram: 28 Juni 2026
    • 14 Muharram: 29 Juni 2026
    • 15 Muharram: 30 Juni 2026
  • Jadwal Puasa Senin Kamis Muharram 2026
    • Puasa Senin: 22 Juni 2026, 29 Juni 2026, 6 Juli 2026, 13 Juli 2026
    • Puasa Kamis: 18 Juni 2026, 25 Juni 2026, 2 Juli 2026, 9 Juli 2026

Mana yang Lebih Utama, Puasa Asyura atau Puasa Muharram Biasa?

Secara umum, seluruh puasa di bulan Muharram memiliki keutamaan besar karena Rasulullah SAW menyebut Muharram sebagai bulan terbaik untuk berpuasa setelah Ramadan. Namun, puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram memiliki kedudukan yang lebih istimewa. Hadis sahih riwayat Muslim menjelaskan bahwa puasa Asyura dapat menjadi sebab dihapuskannya dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah berlalu. Keutamaan khusus ini membuat puasa Asyura sering disebut sebagai puasa sunah paling utama di bulan Muharram.

Oleh karena itu, ulama menganjurkan umat Islam untuk tidak melewatkan puasa Asyura. Bahkan, agar lebih sempurna, puasa tersebut dianjurkan disertai puasa Tasu'a pada tanggal 9 Muharram. Sementara itu, memperbanyak puasa sunah di hari-hari lain selama bulan Muharram tetap menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Puasa di bulan Muharram, baik yang paling utama maupun yang lain, menekankan pentingnya konsistensi dalam ibadah. Dengan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, umat dapat merasakan keutamaan puasa yang bersifat spiritual dan moral. Keberkahan yang datang dari puasa tidak hanya terletak pada amalan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesadaran diri dan hubungan dengan Sang Pencipta.

Puasa MuharramPuasa AsyuraPuasa Tasu'aBulan MuharramHadis MuslimJadwal PuasaAyyamul Bidh

Komentar

Memuat komentar...