Jendela Pesawat Lepas, Penumpang Tersedot ke Luar

Endah K. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Jendela Pesawat Lepas, Penumpang Tersedot ke Luar

Gambar atau konten salah?

Sebuah insiden dramatis terjadi di ketinggian saat pesawat Boeing 737 NG milik Ryanair sedang dalam perjalanan dari Thessaloniki, Yunani, menuju Memmingen, Jerman, pada Jumat, 10 Juli 2026. Sebuah jendela kabin tiba-tiba terlepas, menyebabkan seorang penumpang asal Serbia hampir tersedot keluar pesawat.

Konsulat Serbia mengonfirmasi bahwa korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Universitas AHEPA di Thessaloniki. Meskipun mengalami cedera, kondisinya dilaporkan tidak mengancam jiwa. Tim medis masih melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui tingkat keparahan luka yang diderita.

Kesaksian dari penumpang lain mengungkapkan momen mengerikan itu. Kepala dan bahu korban sempat berada di luar pesawat sebelum penumpang lain berhasil menariknya kembali ke dalam kabin. "Kepala dan bahunya sempat berada di luar pesawat sebelum penumpang lain berhasil menariknya kembali ke dalam kabin," ujar seorang saksi mata yang dikutip dari Reuters pada Senin, 13 Juli 2026.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi bagian dalam pesawat yang mencekam. Jendela yang rusak terlihat jelas, sementara masker oksigen menggantung dari langit-langit kabin. Suasana panik sempat menyelimuti penerbangan tersebut.

Berdasarkan laporan media lokal Yunani dan sumber bandara, dugaan sementara penyebab insiden ini adalah kerusakan mesin. Tidak lama setelah lepas landas, salah satu bagian mesin diduga pecah dan menghantam jendela pesawat. Dampaknya, tekanan udara di dalam kabin terganggu.

Video lain yang beredar di media sosial menunjukkan dugaan kerusakan mesin yang parah. Beberapa bilah kipas mesin terlihat hilang. Kondisi ini dikenal dengan istilah uncontained engine failure, yaitu kegagalan mesin ketika komponen internal seperti bilah kipas pecah dan menembus pelindung mesin, sehingga serpihan dapat keluar dan mengenai bagian pesawat lainnya.

Data pelacakan penerbangan dari Flightradar24 menunjukkan pesawat Boeing 737 NG yang sedang menuju Memmingen berbalik arah dan kembali ke Thessaloniki pada Jumat pagi. Pesawat akhirnya berhasil mendarat dengan normal, dan seluruh penumpang diarahkan kembali ke terminal, kata Ryanair.

Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) memastikan bahwa pesawat yang terlibat adalah Boeing 737 NG, generasi sebelum Boeing 737 MAX. Boeing sendiri menyatakan siap membantu proses penyelidikan yang dipimpin oleh otoritas dari Makedonia Utara, wilayah tempat insiden terjadi. "Kami tetap berhubungan dan terus mendukung pelanggan kami, Ryanair," kata Boeing dalam pernyataannya.

Hingga saat ini, Ryanair belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai penyebab pasti kejadian maupun memastikan jenis mesin yang digunakan pesawat tersebut. Diketahui, Ryanair menggunakan mesin CFM56 buatan CFM International pada seluruh armada Boeing 737 NG miliknya. CFM International merupakan perusahaan patungan antara General Electric dan Safran.

Menariknya, data penerbangan menunjukkan pesawat yang sama juga sempat kembali ke Thessaloniki pada Kamis malam saat melakukan penerbangan menuju Sarajevo. Namun, penyebab kejadian tersebut belum diketahui.

Insiden ini mengingatkan pada kejadian serupa pada tahun 2018 yang melibatkan Boeing 737 NG milik Southwest Airlines di Amerika Serikat. Saat itu, bilah kipas mesin pesawat pecah dan menyebabkan jendela kabin rusak. Seorang penumpang berusia 43 tahun tersedot sebagian keluar dan meninggal dunia. Ia menjadi orang pertama yang meninggal dalam kecelakaan penerbangan komersial AS dalam sembilan tahun terakhir.

Setelah insiden Southwest Airlines, Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) meminta Boeing melakukan desain ulang pada struktur penutup mesin (fan cowl) Boeing 737 NG. FAA kemudian mengeluarkan aturan pada tahun 2023 yang mewajibkan penerapan desain ulang tersebut paling lambat Juli 2028.

Tammie Jo Shults, pilot Southwest Airlines dalam insiden 2018 yang mendapat pujian atas ketenangannya saat menangani keadaan darurat, melihat sejumlah kemiripan antara kedua kejadian tersebut. "Mereka mengalami kerusakan mesin. Ada kerusakan eksternal. Ini bukan hanya mesin yang berhenti bekerja, sehingga ada hambatan tambahan," kata Shults.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya keselamatan penerbangan, terutama terkait dengan potensi kegagalan mesin yang dapat menyebabkan kerusakan pada struktur pesawat. Meskipun pesawat berhasil mendarat dengan selamat, insiden ini menunjukkan bahwa risiko seperti uncontained engine failure masih menjadi perhatian serius bagi industri penerbangan global.

penerbanganjendela pesawatmesin rusakBoeing 737 NGRyanairkeselamatankecelakaan

Komentar

Memuat komentar...