Ahli Gizi Peringatkan Bahaya Tren Espresso Bomb di TikTok
Gambar atau konten salah?
Sebuah tren kopi baru bernama espresso bomb sedang ramai dibicarakan di TikTok. Minuman ini menarik perhatian karena cara penyajiannya yang unik dan menghasilkan buih yang dramatis.
Espresso bomb dibuat dengan cara menjatuhkan segelas espresso ke dalam air soda atau sparkling water. Campuran ini langsung menimbulkan reaksi berbuih. Yang membuatnya semakin unik, bibir gelas espresso diolesi lemon lalu dicelupkan ke garam sebelum dituang ke dalam soda. Kombinasi lemon dan garam ini memicu sensasi berbuih yang lebih kuat saat espresso bersentuhan dengan sparkling water.
Konsep espresso bomb terinspirasi dari Jägerbomb, yaitu minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman energi. Bedanya, tren kopi ini tidak mengandung alkohol sama sekali. Minuman ini murni racikan kopi, soda, lemon, dan garam.
Beberapa pembuat konten di TikTok mengklaim espresso bomb bisa menyegarkan tubuh setelah pesta. Bahkan, perusahaan kopi Golden Brown Coffee menyebutnya sebagai 'obat' untuk hangover atau efek setelah minum alkohol. Namun, klaim ini belum didukung bukti ilmiah yang kuat. Minuman ini lebih banyak memberikan sensasi segar dari campuran kopi, soda, lemon, dan garam.
Ahli gizi olahraga Dan Osman memberikan peringatan terkait klaim tersebut. "Tambahan garam dan lemon hanya menyumbang sedikit elektrolit. Ini bukan pengganti hidrasi yang baik," tegas Osman. Ia mengingatkan bahwa espresso bomb tidak bisa diandalkan sebagai solusi untuk mengatasi dehidrasi setelah minum alkohol.
Osman juga menyoroti kandungan kafein dalam espresso bomb. Jika menggunakan double espresso, kandungan kafeinnya mencapai sekitar 120-150 mg. "Orang dewasa disarankan tidak mengonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari," jelas Osman. Jika sebelumnya sudah minum kopi, menambah espresso bomb bisa membuat asupan kafein berlebihan. Kondisi ini berisiko memicu jantung berdebar hingga rasa gelisah.
Waktu minum juga perlu diperhatikan. Menurut Osman, kafein memiliki waktu paruh sekitar 8-10 jam. Artinya, efek kafein bertahan cukup lama di dalam tubuh. "Jika tidak diatur, kafein dapat mengganggu tidur, meningkatkan kecemasan, dan membuat detak jantung lebih cepat," ujarnya. Karena itu, ia menyarankan espresso bomb dikonsumsi sebelum pukul 13.00-14.00. Dengan begitu, efek kafeinnya tidak terlalu mengganggu waktu istirahat di malam hari.
Especially bomb memang menawarkan sensasi minum kopi yang berbeda. Tapi, seperti minuman berkafein lainnya, konsumsinya tetap perlu dibatasi. Kandungan kafein yang tinggi dan klaim kesehatan yang belum terbukti secara ilmiah menjadi dua hal yang perlu diwaspadai. Minuman ini lebih cocok dinikmati sebagai variasi rasa, bukan sebagai solusi untuk masalah kesehatan seperti hangover.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mantan Pramugari Sukses Jual Bagel New York di Malaysia
Sate Babi Depan Rumah: Dibakar Langsung di Depan Pelanggan
Mantan Polisi 23 Tahun Kini Jual Ayam Goreng
5 Keuntungan Membeli Air Mineral AQUA
Nex Carlos Review Kantin Stanford, Porsi Raksasa Rp252 Ribu
Legenda Hainan Western Singapura Tutup Usia
Berita Terbaru
Oppo Luncurkan Dua TWS: Semi-In-Ear dan In-Ear dengan ANC
Arifin Lolos UGM, Ibu Jual Keripik Pisang Biayai 9 Anak
BEI: Politik Tak Lagi Pengaruhi IHSG
186 Kasus HIV Baru di Malang per Mei 2026
100 Ribu Warga Oslo Pesta Sambut Kepulangan Timnas
S&P Pertahankan Peringkat Utang RI, DPR: Bukti Kepercayaan