Jennifer Aniston Buka Rahasia Kopi Kolagen: Manfaat & Risiko
Gambar atau konten salah?
Jennifer Aniston, aktris Hollywood yang lahir pada tahun 1960, dikenal dengan kebiasaan memulai hari dengan secangkir kopi panas. Namun, kopi tersebut tidak biasa. Ia menambahkan bubuk kolagen ke dalamnya, sebuah racikan yang sedang populer di kalangan selebriti.
Rutinitas ini seringkali dibagikan di media sosial, memberi inspirasi bagi penggemar yang ingin meniru gaya hidup sehat. Kopi dengan kolagen menjadi tren karena klaim bahwa kolagen dapat membuat kulit awet muda, memperkuat tulang, serta meningkatkan kesehatan rambut dan kuku.
Kolagen sendiri adalah protein utama yang ditemukan di tulang, jaringan, dan tulang rawan. Mencampurkannya ke dalam kopi terdengar mudah, namun tidak selalu efektif. Penelitian menunjukkan bahwa kolagen dapat rusak ketika terpapar suhu tinggi dalam jangka waktu lama, sehingga mengurangi manfaatnya.
Menurut sumber dari eatingwell.com (18 Mei 2024), protein kolagen dapat mulai degradasi saat terkena panas yang tinggi. Meskipun demikian, masih terbatas data tentang seberapa besar dampak suhu panas terhadap suplemen kolagen. Menambahkan kolagen ke kopi mungkin tidak sepenuhnya tidak efektif, namun potensi manfaatnya berkurang.
Jika ingin tetap mencoba, penting untuk memilih produk kolagen yang tepat. Ahli merekomendasikan produk berlabel peptida kolagen atau kolagen terhidrolisis, yang merupakan bentuk kolagen yang lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, kolagen lebih bermanfaat bila dicampur ke dalam makanan atau minuman lain, seperti smoothie.
Perhatikan juga tambahan lain dalam kopi. Manfaat kolagen akan hilang jika kopi dicampur dengan gula, sirup, atau krimer berlebihan. Hindari mencampur bubuk kolagen saat kopi masih mendidih. Jika Anda juga mengonsumsi suplemen kesehatan lain, beri jeda waktu sekitar 1 hingga 2 jam setelah minum kopi agar penyerapan nutrisi tidak terhambat.
Secara keseluruhan, menambahkan bubuk kolagen ke dalam kopi tidak menimbulkan risiko serius, namun tidak menjamin efek maksimal. Penggunaan kolagen dalam bentuk yang lebih mudah diserap dan penyesuaian suhu serta tambahan lainnya dapat memaksimalkan manfaatnya.
Dengan memahami cara yang tepat, para penggemar dapat menyesuaikan rutinitas harian mereka tanpa mengorbankan manfaat kesehatan yang diharapkan dari kolagen.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kasus COVID-19 China Melonjak Tiga Kali Lipat pada Juni 2026
Alasan Australia Tolak Daun Kelor sebagai Pangan Sehari-hari
Gelombang Panas Tewaskan 2.700 Orang di Inggris & Wales
Menu Makan Harry Kane: Salmon, Nasi, dan Salad
Uji Ketajaman Mata: Temukan Objek Tersembunyi
7 Makanan Atasi Wajah Bengkak Tanpa Diet Ekstrem
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
