Jepang Balikkan Kejutan, Imbang Belanda 2-2 di Dallas World Cup
Gambar atau konten salah?
Senin, 15 Juni 2026 dini hari WIB, Jepang menahan imbang Belanda 2-2 di Dallas Stadium. Samurai Biru berhasil bangkit setelah dua kali tertinggal di babak kedua, memberi mereka satu poin penting dalam Grup F dan menempatkan mereka di posisi ketiga setelah pertandingan pertama.
Gol pertama Belanda datang lewat Virgil van Dijk pada menit ke-51. Keito Nakamura menyeimbangkan skor enam menit kemudian. Crysencio Summerville kembali memimpin Oranje pada menit ke-64, namun Daichi Kamada menutup babak kedua dengan gol lewat sepak pojok.
Statistik menunjukkan Jepang hanya melepaskan delapan tembakan dibanding 11 milik Belanda. Penguasaan bola berada di bawah, hanya 40 persen. Namun yang menonjol adalah pendekatan di lapangan.
Di bawah asuhan Hajime Moriyasu, tim Jepang terlihat lebih agresif dan ngotot setelah kebobolan. Tindakan ini muncul setelah gol Van Dijk dan Summerville, seolah perlu 'ditampar' dulu untuk menunjukkan kekuatan asli mereka. Perubahan taktik ini terlihat jelas dalam serangan balik cepat dan tekanan tinggi di zona pertahanan Belanda.
Eks pelatih Ange Postecoglou, yang pernah berkarier di Jepang, menilai Jepang punya kapabilitas untuk tampil ngotot sejak awal. "Saya merasa frustrasi karena setiap kali Jepang tertinggal satu gol, tiba-tiba Anda melihat kemampuan yang mereka miliki, (mereka) jauh lebih positif dalam menguasai bola," ujarnya dalam analisis di ITV, dikutip BBC Sport. "Tiba-tiba mereka mulai menekan Belanda, (harusnya) lakukan itu sejak awal. Mereka mampu melakukan jauh lebih banyak dari yang mereka tunjukkan hari ini dan mereka bisa jauh lebih berani," tegas Postecoglou, yang pernah meraih gelar bareng Timnas Australia, Yokohama F. Marinos, Celtic, dan Tottenham Hotspur.
Jepang akan bertanding melawan Tunisia pada Minggu, 21 Mei 2026 pukul 11.00 WIB. Belanda akan berjumpa Swedia pada hari yang sama pukul 00.00 WIB, sementara Swedia akan memulai pertandingan mereka dengan semangat tinggi setelah kemenangan sebelumnya.
Pertandingan ini menunjukkan bahwa Jepang mampu menyesuaikan strategi ketika tertinggal. Meskipun penguasaan bola rendah, mereka menunjukkan ketegasan dan kemampuan bertahan. Dengan strategi yang lebih agresif, Jepang menunjukkan bahwa mereka dapat menyesuaikan diri dan tetap kompetitif di level dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
ESDM Usut Asal Emas 22 Kg Selundupan di Bandara
Subsidi Energi 2027 Melonjak 20%, Paling Besar untuk Listrik
Pemerintah Beri Izin Darurat PT Timah Beli Bijih Masyarakat
BI Perluas MDR QRIS 0% ke Semua Merchant
IHSG Naik 1,59% Meski Asing Net Sell Rp1,03 Triliun
Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Rp17.850
