Jokowi Bantah Ritual Adat Lampung Soal Politik
Gambar atau konten salah?
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya angkat bicara soal prosesi menginjak kepala kerbau saat dirinya menerima gelar adat dari Kerajaan Lampung. Ia meminta agar pemberian gelar tersebut tidak dikait-kaitkan dengan urusan politik.
"Ya itu kan, itu kan bentuk penghormatan dari masyarakat adat di Lampung. Bentuk penghormatan dari Istana Kedaton Kerajaan Lampung," ujar Jokowi kepada awak media di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, pada Selasa, 07 Juli 2026.
Jokowi mengaku merasa sangat terhormat atas penghargaan yang diberikan oleh masyarakat adat Lampung. Menurutnya, ritual adat semacam ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan politik. "Saya merasa terhormat diberikan penghargaan. Dan jangan semua hal ditarik ke ranah politik, sering nggak sambung," tegasnya.
Mantan Wali Kota Solo ini mengajak semua pihak untuk tetap menjunjung tinggi dan menghargai keberagaman adat istiadat yang ada di Indonesia. Menurutnya, kearifan lokal adalah kekayaan bangsa yang harus dijaga. "Kita harus terus menghargai adat-istiadat, terus menghargai kearifan lokal, terus menghargai kebudayaan-kebudayaan kita karena budaya kita ini sangat beragam sekali," tuturnya.
Saat ditanya soal kepala kerbau moncong putih yang dikaitkan dengan kepala lambang banteng moncong putih, Jokowi hanya tertawa. Ia kembali menegaskan bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari ritual adat yang sudah ada sejak lama. "Itu ritual adat. Sekali lagi itu ritual adat yang sudah tidak sekali dua kali, udah ratusan kali dilakukan," pungkas Jokowi sembari tertawa.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, heran dengan pernyataan Deddy Sitorus dari PDIP yang menyinggung soal dagelan saat menyikapi Jokowi yang disebut tidak tahu ada prosesi injak kepala kerbau saat safari politik di Lampung. Bestari menegaskan bahwa yang diinjak Jokowi adalah kepala kerbau, bukan banteng.
"Kami, saya sebagai juru bicara PSI menceritakan apa adanya tentang prosesi adat budaya itu, gitu loh. Dan saya juga nggak ngerti kenapa Deddy Sitorus, anggota DPR RI dari PDIP Komisi II, kok marah-marah gitu, dengan prosesi yang dilakukan oleh warga adat Lampung. Kan itu kepala kerbau, bukan kepala banteng," kata Bestari kepada wartawan pada Jumat, 03 Juli 2026.
Bestari menilai pernyataan Deddy kekanak-kanakan. Ia kemudian menyinggung perbedaan antara kepala kerbau dan banteng. "Masa udah nggak bisa bedain sekelas anggota DPR kemudian dari Partai PDIP nggak bisa, nggak bisa bedain itu kepala kerbau dengan itu kepala banteng sih? Aneh menurut saya begitu, kekanak-kanakan sekali," tambahnya.
Sementara itu, Deddy Sitorus menilai tidak masuk akal jika Jokowi disebut tidak mengetahui ada prosesi adat injak kepala kerbau saat safari politik di Lampung. Deddy mendapatkan kabar bahwa Jokowi justru menjadi ketua panitia acara adat tersebut. "Jokowi mau injak kepala kerbau atau kepala ular ya silakan saja, nggak ada hubungan dengan kita. Yang saya dengar, Jokowi jadi ketua panitia kegiatan itu," kata Deddy kepada wartawan pada Jumat, 03 Juli 2026.
Deddy menuding pernyataan yang dibuat PSI bisa saja tidak benar dan sulit dibuktikan. Ia menyinggung sosok Jokowi yang dinilainya bisa melakukan apa pun untuk mencapai tujuan. "Sehingga sangat tidak masuk akal dan mungkin berbohong kalau dia bilang tidak tahu akan ada drama sinetron soal injak-menginjak itu. Bagi kami, terserahlah Jokowi mau lakukan apa saja untuk mencapai tujuannya, kita nggak ambil pusing," ujar Deddy.
"Dia memang harus melakukan semua cara apa pun untuk memelihara dinastinya. Dan itu memang sudah ciri khas dan karakter seorang Jokowi, apa pun akan dilakukan," tambahnya.
Perdebatan ini menunjukkan betapa sebuah ritual adat bisa dengan mudah diseret ke dalam pusaran politik. Di satu sisi, Jokowi dan PSI menegaskan bahwa prosesi tersebut murni urusan adat dan budaya. Di sisi lain, Deddy Sitorus dan PDIP meragukan ketidaktahuan Jokowi dan menuding ada agenda politik di balik acara tersebut. Intinya, kedua belah pihak sama-sama bersikukuh pada versi mereka masing-masing, tanpa ada titik temu yang jelas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ular Piton 3 Meter Diamankan di Kandang Ayam Klaten
Foto Bocah Demak 'Kage Bunshin' Viral, 8,7 Juta Ditonton
Tabrakan Maut Magelang, Satu Tewas di Rumah Sakit
Truk Pengangkut Glasswool Terbakar di Rembang, Rugi Rp700 Juta
Cuaca Jateng: Berawan, Waspada Karhutla
Tiga Kobra Jawa Super Jumbo Dievakuasi dari Rumah Warga Klaten
Berita Terbaru
Jokowi Bantah Ritual Adat Lampung Soal Politik
Tantangan Mata: Cari Angka Tersembunyi di Gambar
5 Tempat Makan Legendaris di Rawamangun, dari Bakmi ke Iga
Harga Makanan Stadion Piala Dunia 2026 Bikin Netizen Murka
Ronaldo Dihujat, Portugal Tersingkir dari Piala Dunia
Jadwal TKA 2026 Diubah, Pendaftaran Dimajukan
OJK: Scam Makin Canggih, Money Mule Marak
Kemnaker: Waspada Penipuan Magang Nasional