Truk Pengangkut Glasswool Terbakar di Rembang, Rugi Rp700 Juta

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Truk Pengangkut Glasswool Terbakar di Rembang, Rugi Rp700 Juta

Gambar atau konten salah?

Sebuah truk yang mengangkut glasswool terbakar di Jalan Pantura, tepatnya di Desa Jatisari, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang. Kebakaran ini diduga bermula dari percikan api yang muncul setelah truk terlibat kecelakaan lalu lintas. Dua orang dilaporkan mengalami luka-luka.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Rembang, M. Luthfi Hakim, menyampaikan bahwa laporan mengenai kebakaran ini masuk pada pukul 21.07 WIB, Senin 06 Juli 2026. Hanya tiga menit berselang, tim pemadam kebakaran langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

"Setelah menerima laporan pukul 21.07 WIB, tim langsung bergerak ke lokasi. Petugas tiba sekitar pukul 21.48 WIB dan segera melakukan pemadaman," kata Luthfi pada Selasa, 07 Juli 2026.

Truk yang terbakar adalah kendaraan pengangkut glasswool milik PT Nichias Rockwool Indonesia, sebuah perusahaan yang berlokasi di kawasan industri Cikampek. Nomor polisi kendaraan tersebut adalah H 9521 PA. Berdasarkan dugaan sementara, api muncul akibat percikan yang ditimbulkan saat kecelakaan terjadi.

"Dugaan penyebab kebakaran berasal dari percikan akibat laka. Untuk penyebab pasti kecelakaannya menjadi kewenangan kepolisian," ujarnya.

Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam. Petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga melakukan pendinginan atau overhaul untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa. Luthfi menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat mengalami kendala. Material glasswool yang terbakar berada di bagian dasar bak truk dengan tumpukan muatan yang cukup tinggi, sehingga api sulit dijangkau.

"Kendalanya, barang yang terbakar berada di dasar muatan truk dan posisi muatan cukup tinggi. Itu membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama," jelasnya.

Untuk mempercepat pemadaman, BPBD Rembang mengerahkan sejumlah armada. Satu unit mobil pemadam dikerahkan, satu unit mobil pemadam milik PLTU, dua rit mobil tangki pemadam, satu mobil tangki milik PT Mina Berkah Sejahtera, serta satu jeriken foam.

Akibat kejadian ini, sopir truk mengalami luka bakar ringan dan patah pada bagian punggung kaki. Sementara itu, kernet mengalami luka sobek di telapak kaki akibat terkena pecahan kaca. Kebakaran tidak hanya menghanguskan kendaraan dan muatan, tetapi juga menyebabkan sejumlah barang milik korban ikut terbakar. Barang-barang tersebut antara lain dompet, telepon seluler, STNK, SIM, surat jalan, kartu ATM, dan tas.

"Kerugian diperkirakan sekitar Rp 700 juta, meliputi kendaraan, muatan, serta barang-barang milik korban yang ikut terbakar," pungkas Luthfi.

Penanganan kebakaran ini melibatkan beberapa pihak. BPBD Bidang Damkar, Polsek Sluke, Koramil Sluke, Satlantas Polres Rembang, PT Mina Berkah Sejahtera, dan Puskesmas Sluke turut serta dalam proses pemadaman. Setelah api berhasil dipadamkan dan lokasi dinyatakan aman, seluruh personel kembali ke posko sekitar pukul 01.15 WIB.

Peristiwa ini menunjukkan betapa cepatnya situasi darurat dapat terjadi di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas yang memicu kebakaran membutuhkan respons cepat dan koordinasi dari berbagai instansi. Kerugian material yang mencapai ratusan juta rupiah menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya keselamatan berkendara, terutama bagi kendaraan pengangkut muatan yang mudah terbakar seperti glasswool.

kebakaran trukglasswoolkecelakaan lalu lintasRembangpemadamanBPBDkerugian

Komentar

Memuat komentar...