KAI Impor KRL Bekas Jepang Gratis, Hanya Bayar Ongkos Kirim
Gambar atau konten salah?
PT KAI (Persero) menyatakan bahwa impor kereta rel listrik (KRL) dari Jepang, baik yang baru maupun bekas, tidak akan dikenakan biaya pembelian. Proses pengadaan kereta bekas ini dilakukan melalui skema hibah, bukan jual beli.
Meski begitu, Direktur Operasi, Prasarana, dan Keselamatan Area 2 Dadan Rudiansyah mengungkapkan bahwa pihaknya tetap harus menyiapkan sejumlah dana. Biaya itu bukan untuk membeli kereta, melainkan hanya untuk ongkos pengiriman dari Jepang ke Indonesia. Berapa besarannya, pihak KAI masih melakukan perhitungan.
"Nah, ini untuk kepastiannya kami belum menghitung, tapi intinya itu bukan jual beli ya, artinya itu nanti hibah. Mungkin nanti ada beberapa biaya yang sedang difinalkan untuk pengirimannya saja," ujar Dadan dalam sebuah diskusi di Mercure Bandung City Centre, Kota Bandung, Jawa Barat, pada Jumat, 02 Oktober 2026.
Dadan juga memastikan bahwa proses impor ini tidak dilakukan secara sembarangan. Sebelum dikirim ke Indonesia, setiap kereta akan menjalani assessment atau penilaian yang ketat terlebih dahulu di Jepang. Harapannya, begitu tiba di Indonesia, kereta sudah siap dan dinyatakan laik untuk beroperasi.
"Tapi yang pasti di sana itu, KRL yang belum dikirim ke sini, itu dilakukan dulu, assessment dulu di sana, supaya di sana sudah bisa tinggal laik jalan di sini," jelas Dadan.
Setelah tiba di Indonesia, tim dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub) akan melakukan penilaian ulang. Tujuannya untuk memastikan kereta impor tersebut benar-benar laik jalan dan memenuhi semua aspek keselamatan.
"Nanti setelah datang ke sini, nanti mungkin dari tim DJKA melakukan uji pertama lagi di sini," kata Dadan.
KRL bekas yang akan diimpor ini sebelumnya sudah dioperasikan di Jepang selama 25 tahun. Di Indonesia, kereta tersebut direncanakan hanya akan beroperasi selama 10 tahun ke depan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa seluruh biaya yang muncul jika impor KRL bekas jadi dilakukan akan menjadi tanggungan KAI sepenuhnya. "KRL impor itu sepenuhnya dari KAI," katanya dalam forum yang sama.
Skema hibah ini menjadi pilihan untuk mendatangkan KRL bekas pakai dari Jepang. Meski tidak ada biaya pembelian, KAI tetap harus mengeluarkan dana untuk pengiriman dan proses penilaian kelayakan. Kereta yang sudah berusia seperempat abad di Jepang itu direncanakan hanya bertahan separuh dari usia pakainya saat beroperasi di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
