KAI Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT soal Insiden di Bekasi Timur

Nurul H. · 2 min baca · 46 menit lalu · 12 dibaca
Bisik.id
KAI Tindak Lanjuti Rekomendasi KNKT soal Insiden di Bekasi Timur

Gambar atau konten salah?

Jakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akhirnya angkat bicara terkait hasil investigasi keselamatan yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi ini menyangkut insiden yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KA 5568A Commuter Line di kawasan Bekasi Timur. Perusahaan menegaskan sikapnya untuk kooperatif dan mendukung penuh semua temuan dari proses investigasi tersebut.

Bagi KAI, investigasi semacam ini bukan sekadar formalitas. Perusahaan memandangnya sebagai bagian penting untuk memastikan langkah perbaikan bisa diambil secara tepat sasaran. Tujuannya jelas, mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti setiap rekomendasi yang diberikan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab perusahaan. "KAI sangat kooperatif dalam setiap proses investigasi keselamatan yang dilakukan KNKT. Kami menerima rekomendasi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi yang harus ditindaklanjuti secara serius. Keselamatan penumpang dan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar," ujar Anne dalam keterangannya, Selasa (29 September 2026).

Selama proses investigasi berlangsung, sejumlah langkah antisipasi keselamatan sebenarnya sudah dijalankan KAI. Beberapa di antaranya adalah percepatan penanganan perlintasan sebidang yang dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, ada juga pemberlakuan pembatasan operasi (BLB) di wilayah Bekasi. KAI juga terus menjalin koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, khususnya untuk urusan prasarana.

KNKT sendiri telah merampungkan investigasi dan analisisnya, lalu menyampaikan rekomendasi keselamatan kepada KAI. Perusahaan akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut lewat evaluasi dan penyempurnaan pada aspek-aspek yang menjadi kewenangannya. Anne menegaskan bahwa evaluasi tidak boleh berhenti di atas kertas. "Kami tidak ingin evaluasi berhenti sebagai dokumen. Rekomendasi KNKT harus diterjemahkan menjadi perbaikan di lapangan, baik pada prosedur, kesiapan sumber daya manusia, maupun koordinasi antar pihak, termasuk edukasi meningkatkan kesadaran masyarakat akan keselamatan di perlintasan sebidang. Kami akan memastikan tindak lanjutnya berjalan dan terus berkoordinasi dengan regulator serta stakeholder terkait," kata Anne.

Pengawasan internal juga diperketat. KAI memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan prosedur keselamatan, memastikan kesiapan petugas di lapangan, serta mengevaluasi sistem dan proses operasional secara berkala. Setiap temuan dijadikan bahan untuk memperbaiki cara kerja dan memperkuat sistem keselamatan secara berkelanjutan.

Anne menambahkan, kepercayaan publik adalah hal yang paling berharga. "Kami memahami bahwa di balik setiap perjalanan kereta api ada kepercayaan masyarakat yang harus kami jaga. Karena itu, setiap evaluasi harus berujung pada perbaikan. KAI berkomitmen terus belajar, memperbaiki, dan memastikan perjalanan kereta api semakin aman dan andal," tuturnya.

Ke depan, KAI akan terus menjalankan rekomendasi keselamatan sesuai kewenangannya. Koordinasi dengan regulator dan seluruh pemangku kepentingan akan terus dijalin. Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap pengembangan dan penyempurnaan operasional perkeretaapian.

Insiden yang terjadi di Bekasi Timur ini menjadi pengingat bahwa keselamatan perkeretaapian melibatkan banyak pihak. Bukan hanya operator kereta, tapi juga pengguna jalan di perlintasan sebidang dan pemerintah daerah setempat. Kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan di perlintasan juga menjadi faktor krusial yang tak bisa diabaikan. KAI sendiri mengakui pentingnya edukasi publik dalam upaya pencegahan kecelakaan ke depannya.

investigasi keselamatanKNKTKAIkeselamatan perkeretaapianperlintasan sebidangrekomendasi keselamatanevaluasi operasional

Komentar

Memuat komentar...