Kak Saleha: Dari Meja Lipat Jadi 15.000 Nasi Lemak Harian
Gambar atau konten salah?
Di sebuah sudut kota Malaysia, seorang perempuan bernama Kak Saleha memulai bisnis kecilnya dengan satu meja lipat dan payung besar. Dari gerai sederhana itu, ia menyiapkan nasi lemak di rumah, membungkusnya, dan menjualnya ke pelanggan yang lewat. Kini, ia mampu menyalurkan produk hingga 15.000 bungkus per hari melalui restoran yang ia miliki sendiri.
Perjalanan Kak Saleha tak lepas dari tantangan. Pada awalnya, ia harus menghadapi penertiban pemerintah setempat yang menyita peralatan dagangnya. Meski begitu, popularitas nasi lemaknya membuatnya memutuskan untuk mengambil langkah berani. Ia mengajukan pinjaman sebesar RM 3.000 (sekitar Rp 12,9 juta) dari lembaga keuangan mikro Amanah Ikhtiar Malaysia (AIM) untuk mengembangkan usaha.
“Dulu, bisnisnya dijalankan dari meja lipat di pinggir jalan. Ia memasak sendiri nasi lemaknya di rumah dan menjualnya dalam kemasan sederhana,” tulis Menteri Pembangunan Usahawan dan Koperasi Malaysia, Steven Sim.
Setelah menerima pinjaman, Kak Saleha memperluas fasilitas produksi. Ia membangun dapur pusat dan mempekerjakan puluhan karyawan. Produksi yang dulu hanya sekitar 100 bungkus per hari kini melonjak drastis menjadi 15.000 bungkus setiap harinya setelah 15 tahun kerja keras.
Perkembangan bisnis ini juga melibatkan generasi berikutnya. Putra Kak Saleha, Dr. Rizal, seorang dokter, kini menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) dan membantu mengelola serta mengembangkan usaha keluarga.
Selain dukungan internal, Kak Saleha menerima bantuan dari lembaga seperti SME Corp Malaysia dan TEKUN Nasional. Ia pernah meraih penghargaan E50 Award dari SME Corp dan kini aktif menjadi mentor bagi pengusaha kecil lainnya.
Walaupun sudah mencapai kesuksesan, Kak Saleha masih memiliki ambisi untuk memperluas usahanya. Ia berencana menggandakan kapasitas produksi, meski menyadari masih membutuhkan akses pembiayaan tambahan untuk mendukung ekspansi tersebut.
Menanggapi rencana tersebut, Steven Sim menyatakan bahwa pihaknya akan membantu mencari solusi agar usaha nasi lemak Kak Saleha semakin berkembang.
Kesuksesan Kak Saleha menunjukkan bahwa dengan tekad, dukungan finansial yang tepat, dan keterlibatan keluarga, sebuah gerai kecil dapat tumbuh menjadi bisnis besar. Ia tetap memegang prinsip sederhana: memulai dari yang ada, berinovasi secara bertahap, dan terus belajar dari pengalaman. Dengan langkah-langkah tersebut, masa depan bisnisnya tampak lebih cerah dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
5 Ayam Goreng Legendaris di Jakarta Barat
5 Kesalahan Umum Saat Masak Paha Ayam
Resep Perkedel Kentang Daging Cincang, Gurih dan Renyah
Khasiat Teh Sereh: Turunkan Kolesterol, Lawan Infeksi
Es Krim Matcha: Rasa Unik, Promo Hemat hingga 2026
Gen Z Tinggalkan Diskotik, CFD dan Gym Jadi Gaya Hidup Baru
Berita Terbaru
Dua Arca Buddha Berusia 1.200 Tahun Kembali ke Indonesia
Pengemudi Nekat Seberangi Jembatan Gantung di Cianjur, Motifnya Efisiensi Waktu
Polisi Perketat Pengamanan Semifinal Inggris vs Argentina di Atlanta
100 Siswa Indonesia Dikirim Bertarung di 16 Ajang Sains Dunia
Nelayan Dapat Solar Rp15.000, Subsidi Ditanggung BPDP
Menkeu Akui Banyak Masalah di Program Makan Bergizi Gratis