Nelayan Dapat Solar Rp15.000, Subsidi Ditanggung BPDP
Gambar atau konten salah?
Pemerintah memutuskan memberikan harga khusus untuk bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nonsubsidi yang ditujukan bagi para nelayan. Melalui kebijakan ini, nelayan bisa membeli solar nonsubsidi dengan harga Rp 15.000 per liter.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa harga tersebut merupakan hasil pemotongan sebesar Rp 3.600 per liter dari harga pasaran. Saat ini, harga solar nonsubsidi di pasaran diperkirakan mencapai Rp 18.600 per liter.
Yang menarik, subsidi ini tidak akan menggunakan uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebaliknya, pemerintah membebankan biaya subsidi tersebut kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
"Oleh karena itu, Pak Menteri ESDM akan mengeluarkan regulasi terkait dengan subsidi tersebut, yang besarnya subsidi kira-kira Rp 3.600 itu akan dibiayai oleh BPDP," kata Airlangga dalam keterangan tertulis pada Selasa, 14 Juli 2026.
Untuk tahap awal, pemerintah menyiapkan kuota sebanyak 400.000 ton. Kuota ini akan berlaku untuk jangka waktu enam bulan ke depan. Tidak semua nelayan bisa mendapatkan solar murah ini. Hanya pengusaha nelayan yang memiliki kapal berukuran 30 gross ton (GT) hingga 200 GT yang berhak membelinya.
Sementara itu, untuk kapal di bawah 30 GT, mereka sudah mendapatkan solar subsidi dari pemerintah dengan harga yang jauh lebih murah, yaitu Rp 6.800 per liter.
Keputusan ini diambil setelah rapat menteri-menteri bidang ekonomi dengan Presiden Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Senin siang.
Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menekan biaya operasional nelayan yang menggunakan kapal berukuran sedang hingga besar. Dengan harga solar yang lebih murah, diharapkan biaya melaut bisa berkurang dan pendapatan nelayan meningkat. Namun, mekanisme pendanaan melalui BPDP—yang biasanya mengelola dana kelapa sawit—menjadi catatan tersendiri dalam kebijakan ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
