100 Siswa Indonesia Dikirim Bertarung di 16 Ajang Sains Dunia

Tika M. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
100 Siswa Indonesia Dikirim Bertarung di 16 Ajang Sains Dunia

Gambar atau konten salah?

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, secara resmi melepas rombongan siswa Indonesia yang akan bertanding di berbagai kompetisi sains dan keterampilan tingkat dunia. Sebanyak 100 siswa akan berangkat.

"Tapi saya ingin menekankan, pertama, tadi disampaikan oleh Ibu Sekjen bahwa kalian semua adalah duta-duta Indonesia. Partisipasi kalian di forum internasional itu tidak hanya membawa nama pribadi, tapi juga nama sekolah, yang lebih besar lagi adalah tentu saja keluarga, bangsa, dan negara," ujar Mu'ti di Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Selasa, 14 Juli 2026.

Mu'ti mengakui beban yang dipikul para peserta tidak ringan. Mereka akan mewakili Indonesia di panggung internasional. Ia pun melontarkan candaan, "Saya lihat wajah-wajah kalian ini wajah kurang tidur semua ya. Namanya anak olimpiade, pasti sibuk belajar."

Mu'ti menyoroti perbedaan perlakuan antara anak muda yang berprestasi di bidang akademik dan olahraga. Menurutnya, prestasi di olimpiade sains seringkali berlangsung tanpa banyak sorotan, berbeda dengan olahraga. "Atlet juara dunia hadiahnya miliaran, tapi kalian berjuang dalam kejuaraan yang sunyi. Bahkan mungkin saat menang pun menterinya belum tentu tahu. Realitas ini tidak boleh terjadi lagi. Kalian adalah pahlawan Indonesia," tegasnya.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, dalam laporannya mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 ini, Indonesia mengirimkan delegasi untuk 16 ajang internasional. Bidang yang dilombakan sangat beragam, mulai dari sains, matematika, kecerdasan buatan (AI), hingga keterampilan vokasi seperti kuliner.

"Kita akan mengirim dan sedang mengirim 16 ajang internasional. Bidangnya sangat beragam sains, matematika, kimia, biologi, fisika, geografi, informatika, kecerdasan artifisial yang baru kita mulai tahun kemarin, ekonomi, kebumian, astronomi dan astrofisika, juga debat, kemudian juga ada inovasi dan keterampilan vokasi, dan kuliner juga ada," kata Suharti.

Sebagai penyemangat, Suharti menceritakan sejumlah prestasi siswa di tahun sebelumnya. Misalnya, tim astronomi yang berhasil meraih medali emas dan tim AI yang langsung membawa pulang empat medali pada debut mereka di Beijing. Ia juga mengabarkan perolehan medali pada ajang tahun ini. Beberapa siswa sudah mulai bertanding dan meraih medali.

"Nah, tahun ini tadi sudah diinformasikan sudah dapat lima medali satu emas, dua perak, dan dua perunggu dari Olimpiade Fisika. Nah, yang sedang bertanding sekarang sedang ada di luar negeri, ada ajang untuk Olimpiade Matematika, Biologi, Kimia, Ekonomi, dan juga ada lomba debat. Mudah-mudahan mereka pulang membawa hasil yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Mu'ti kembali memberikan semangat kepada para delegasi. Ia berharap prestasi ini bisa memudahkan mereka melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. "Jangan berhenti hanya sampai menjadi juara. Ini baru rintisan awal untuk menjadi penemu dan ilmuwan yang memajukan peradaban manusia," pesannya.

Para siswa yang berangkat berasal dari berbagai bidang. Mereka tidak hanya bertanding di kompetisi sains dan matematika, tetapi juga di bidang keterampilan seperti kuliner dan inovasi. Ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya fokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada keterampilan praktis. Menteri Mu'ti menekankan bahwa para siswa ini adalah pahlawan yang berjuang dalam keheningan, berbeda dengan atlet yang mendapat sorotan lebih besar. Ia berharap ke depannya, prestasi di bidang akademik dan keterampilan mendapat perhatian yang setara.

pelepasan siswakompetisi sainsduta Indonesiaolimpiade internasionalprestasi akademikketerampilan vokasipahlawan Indonesia

Komentar

Memuat komentar...